LombokPost—Gus Iqdam akhirnya memberikan klarifikasi soal pernyataan kontroversialnya yang menyebut Palestina saat ini dalam kondisi aman.
“Saya minta tolong, untuk teman-teman jangan gagal paham,” katanya didampingi sang istri, Ning Nila dalam video klarifikasi yang tersebar di media sosial.
Pendakwah yang memiliki nama lengkap Muhammad Iqdam ini mengakui, pada statemennya saat mengisi kajian di Nganjuk, Jawa Timur beberapa waktu lalu memang menyebut Masjidil Aqsha Palestina dalam kondisi aman.
“Aman di sini maksud saya tidak ada crowdied (kekacauan) soal peperangan. Artinya di bawah pengawasan Israel,” ujarnya.
Dia kembali menegaskan, pasukan Israel yang bertugas menjaga Masjidil Aqsha hanya memastikan bahwa orang yang masuk ke dalam kompleks masjid kebanggan umat muslim ini benar-benar beragama Islam dan baik.
“Tapi kalau titik peperangan itu berada di Gaza,” imbuhnya.
Pimpinan Ponpes Sabilut Taubah, Blitar, Jawa Timur ini justru heran dengan sikap sejumlah warganet di Tanah Air yang tidak pernah ke Palestina namun malah melakukan perundungan terhadapnya.
“Baby Romeo (penyanyi, Red) pulang dari sana (Palestina, Red) juga dibully,” sesalnya.
Gus Iqdam memastikan, warga Palestina di sekitar Masjidil Aqsha sekarang bahagia kalau warga muslim yang salat berjamaah masih banyak.
Mereka juga senang jika warga muslim yang hadir di masjid tersebut ramai termasuk juga yang melakukan ziarah.
“Tempat-tempat para Nabi atau anbiya’ itu kalau panjenengan yang gak ziarah ke sana terus siapa,” ujarnya.
Gus Iqdam juga menantang para warganet yang masih terus membuat kegaduhan dengan menyebar berita-berita bohong tentang pernyataannya di pengajian sebelumnya tersebut.
“Saya ini sampai detik ini masih berhubungan dengan orang Palestina. Tujuannya menyampaikan hal itu (sebut Palestina aman, Red) agar Palestina diramaikan (dikunjungi, Red) orang kita (muslim Indonesia, Red),” ucapnya.
Diketahui, sebelumnya Gus Iqdam sempat menjadi sasaran protes masyarakat lantaran mengatakan Palestina saat ini dalam kondisi aman, tidak semenakutkan yang diberitakan selama ini. (ksj)
Editor : Kimda Farida