Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PLN dan Bank Jerman Tanda Tangani MoU dalam COP29 untuk Pengembangan PLTP Ulumbu 5-6 di Poco Leok

Marthadi • Rabu, 27 November 2024 | 19:31 WIB

Dirut PLN Darmawan Prasodjo (kanan) menandatangani MoU dengan pihak KfW di ajang COP29 Azerbaijan.
Dirut PLN Darmawan Prasodjo (kanan) menandatangani MoU dengan pihak KfW di ajang COP29 Azerbaijan.
LombokPost-Pemerintah Indonesia menandatangani kerja sama dengan lima mitra internasional di ajang Conference of the Parties (COP) 29 Azerbaijan pada 13 November 2024.

Kerja sama itu demi keberlanjutan proyek transisi energi di Indonesia.

Salah satunya penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Grant Agreement antara PLN dengan Bank Jerman Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW).

Kerja sama ini membuka peluang keberlangsungan dan keberlanjutan PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) dalam akselerasi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5-6 di Poco Leok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra Abdul Nahwan mengatakan, sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN), realisasi pengembangan pembangkit berbasis EBT akan berkontribusi secara krusial, dalam target 75 persen dari total penambahan kapasitas listrik 100 gigawatt (GW) dalam 15 tahun ke depan, sebagaimana mandat pemerintah.

"Akselerasi pengembangan PLTP Ulumbu juga akan berdampak pada laju roda perekonomian masyarakat setempat, sehingga proyek ini dapat turut serta mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen sebagai upaya pemerintah dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia," ucap Nahwan.

Saat ini pengembangan PLTP Ulumbu 5-6 Poco Leok telah melewati berbagai tahapan. Terkini, PT PLN (Persero) UIP Nusra telah menggelar rapat persiapan pelaksanaan pengadaan tanah wellpad J, access road wellpad J, access road wellpad G, access road STA 0+000 - 7+200 dan tikungan access road di Desa Wewo bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan sejumlah unsur Forkopimda.

Sesuai SK Penetapan Lokasi 2, dengan luasan 4 hektare lebih, tahapan identifikasi dan inventarisasi dibagi menjadi dua tahap.

Tahap pertama diprioritaskan untuk tanah seluas 2 hektare. Sisanya akan dilanjutkan pada Januari 2025.

Nahwan berharap kegiatan awal proses pengadaan tanah pengembangan PLTP Ulumbu unit 5-6 Poco Leok ini dapat berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditentukan.

"Setelah ini nanti masuk pada tahap identifikasi tanah, dilanjutkan dengan penilaian oleh penilai publik, penyampaian nilai, dan dilanjutkan pembayaran ganti rugi tanah kepada pemilik tanah," jelasnya.

Rencana pengembangan pembangkit geothermal ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat.

Baca Juga: Hasil Uji Laboratorium Air Sumur Warga Wadumbolo Kota Bima, DLH Pastikan Tercemar BBM

Terbukti, salah satunya, melalui undangan ritual adat Penti dari sejumlah gendang di kawasan pengembangan. Bahkan PT PLN (Persero) UIP Nusra dianugerahi "Ase Kae" atau saudara gendang sebagai simbol ikatan persaudaraan antara PLN dengan masyarakat terdampak.

"Sudah 12 tahun PLTP Ulumbu Eksisting beroperasi, kami di sini tidak merasakan dampak buruk. Yang kami rasakan selama 12 tahun ini malah manfaat baiknya," kata Tua Adat Gendang Lale, Adolfus Yonas.

“Jika ada potensi, kenapa tidak kita manfaatkan? Leluhur sudah mendukung, dan kami yakin ini akan berhasil,” ujar Elisabet Muet, salah satu anggota Gendang Leda dan pemilik tanah di proyek pengembangan PLTP Ulumbu 5-6 Poco Leok.

Untuk diketahui, pemerintah Indonesia melalui Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo, berhasil memikat pendanaan hijau sebesar EUR 1,2 miliar untuk sektor kelistrikan dari KfW pada ajang COP29.

Pendanaan tersebut digunakan untuk pengembangan sejumlah infrastruktur kelistrikan hijau menuju swasembada energi nasional yang berkelanjutan.

Dengan menggalang kolaborasi hingga tingkat global, peralihan ke energi terbarukan diharapkan mampu menopang swasembada energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan, PLN mendukung penuh langkah pemerintah menjalankan transisi energi.

Berbagai kolaborasi dan inisiatif telah dijalankan guna menyukseskan proyek-proyek kelistrikan yang berkelanjutan.

"Kolaborasi ini menandakan langkah proaktif PLN dalam memperluas kemitraan internasional dalam meningkatkan swasembada energi nasional yang berkelanjutan searah dengan aksi iklim global," kata Darmawan. (*/r1)

Editor : Marthadi
#pltp #UIP Nusra #pln #mou #Poco Leok #EBT #Ulumbu