Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BNPB Dorong Kemandirian Masyarakat Melalui Program Desa Tangguh Bencana Destana

Nurul Hidayati • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 12:46 WIB
DARURAT BENCANA: Posko tanggap darurat bencana Kota Mataram yang ada di halaman pendopo Wali Kota Mataram dibuka sejak bencana banjir lalu. 
DARURAT BENCANA: Posko tanggap darurat bencana Kota Mataram yang ada di halaman pendopo Wali Kota Mataram dibuka sejak bencana banjir lalu. 

LombokPost – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terus menggalakkan program Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana).

Sejak diinisiasi pada tahun 2012, program ini telah menjadi pilar penting dalam upaya pengurangan risiko bencana dengan menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai inti strateginya.

Destana adalah sebuah program pengelolaan risiko bencana yang berbasis komunitas.

 Baca Juga: BNPB Perkuat Destana di NTB

Tujuannya adalah memastikan masyarakat tidak hanya menjadi objek dalam setiap proses penanggulangan bencana, tetapi juga terlibat aktif dalam setiap tahapan.

Ini mencakup mengkaji, menganalisis, menangani, memantau, hingga mengevaluasi upaya-upaya pengurangan risiko bencana di wilayah mereka sendiri.

DESTANA merupakan desa/kelurahan yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan, jika terkena bencana.

 Baca Juga: Deputi Penanganan Darurat BNPB Tinjau Langsung Lokasi Banjir Mataram, Salurkan Bantuan Kebutuhan Dasar

Destana memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan dan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana. 

Program ini secara khusus menekankan pada pemanfaatan sumber daya lokal yang ada di desa atau kelurahan.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan mampu mengidentifikasi potensi ancaman bencana di lingkungan mereka, memahami kerentanan, serta merancang dan melaksanakan solusi mitigasi yang sesuai dengan kondisi spesifik daerahnya.

 Baca Juga: Mataram Tanggap Darurat Banjir, Kerugian Capai Rp 55 Miliar, Pemkot Distribusikan Bantuan, BPBD Ajukan Anggaran ke BNPB

Inisiatif Destana ini menjadi bukti komitmen BNPB dalam membangun kemandirian dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Dengan memberdayakan komunitas, Destana menciptakan fondasi yang kuat untuk kesiapsiagaan dan respons bencana yang lebih efektif di tingkat akar rumput.

Program Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) yang diinisiasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merupakan inisiatif strategis yang berlandaskan pada serangkaian prinsip kuat.

Berdasarkan Peraturan Kepala (PerKa) BNPB Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Desa/Kelurahan Tangguh Bencana, pengembangan Destana didasari oleh filosofi yang menempatkan masyarakat sebagai garda terdepan dalam pengelolaan risiko bencana.

Prinsip-prinsip ini memastikan bahwa program Destana tidak hanya berfokus pada mitigasi fisik, tetapi juga membangun kesadaran, kapasitas, dan kemandirian kolektif. Berikut adalah prinsip-prinsip yang menjadi pedoman utama dalam pengembangan Destana.

Bencana adalah Urusan Bersama: Menggarisbawahi bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Berbasis Pengurangan Risiko Bencana: Program ini secara fundamental bertujuan untuk mengurangi potensi kerugian dan dampak bencana.

Pemenuhan Hak Masyarakat: Menjamin bahwa hak-hak dasar masyarakat, termasuk hak untuk aman dari bencana, terpenuhi.

Masyarakat Menjadi Pelaku Utama: Memberdayakan masyarakat untuk berperan aktif dan memimpin upaya pengurangan risiko di wilayahnya.

Dilakukan secara Partisipatoris: Mendorong keterlibatan aktif semua pihak, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.

Mobilisasi Sumber Daya Lokal: Memaksimalkan pemanfaatan potensi dan sumber daya yang ada di desa/kelurahan.

Inklusif: Memastikan bahwa program ini menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk kelompok-kelompok rentan.

Berlandaskan Kemanusiaan: Mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap upaya penanggulangan bencana.

Keadilan dan Kesetaraan Gender: Menjamin partisipasi dan perlindungan yang setara bagi semua gender.

Keberpihakan pada Kelompok Rentan: Memberikan perhatian khusus dan perlindungan ekstra bagi anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.

Transparansi dan Akuntabilitas: Menyelenggarakan program dengan jujur, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kemitraan: Membangun sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat, sektor swasta, dan akademisi.

Multi Ancaman: Mempertimbangkan berbagai jenis ancaman bencana yang mungkin terjadi di suatu wilayah.

Otonomi dan Desentralisasi Pemerintahan: Mendukung kewenangan pemerintah daerah dan komunitas dalam mengelola risiko bencana sesuai konteks lokal.

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

Pemaduan ke dalam Pembangunan Berkelanjutan: Mengintegrasikan upaya pengurangan risiko bencana ke dalam rencana pembangunan jangka panjang untuk keberlanjutan.

Diselenggarakan secara Lintas Sektor: Melibatkan kerja sama antar berbagai sektor dan instansi terkait.

Dengan berpegang pada prinsip-prinsip ini, BNPB melalui program Destana berupaya menciptakan komunitas yang lebih tangguh, mandiri, dan siap menghadapi tantangan bencana di masa depan, sekaligus menjadi bagian integral dari pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Editor : Kimda Farida
#ancaman #destana #risiko #komunitas #Bencana