Sinergi ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda transisi energi bersih nasional.
General Manager PLN UIP Nusra Rizki Aftarianto bertemu dengan Kepala Kejati NTT Zet Tadung Allo, di kantor Kejati NTT, Kamis (28/8).
Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pembahasan peran Kejati dalam mengawal proyek strategis PLN di NTT.
“Kami sangat membutuhkan pendampingan dari Kejati NTT agar seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, memiliki pemahaman yang sama terkait pembangunan. Dengan sinergi ini, proyek PLN bisa berjalan sesuai aturan hukum serta amanah negara,” ujar Rizki.
Ia memaparkan sejumlah proyek strategis yang tengah dikerjakan PLN, mulai dari pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), hingga rencana realisasi berbagai proyek energi baru terbarukan (EBT).
Rizki menegaskan, kepastian hukum menjadi faktor penting dalam kelancaran pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang termasuk Proyek Strategis Nasional.
“Selain membangun infrastruktur, PLN juga berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah proyek agar manfaatnya bisa dirasakan langsung,” tambahnya.
Kajati NTT Zet Tadung Allo menyambut baik kerja sama ini. Ia menegaskan kesiapan Kejaksaan untuk mendampingi pembangunan infrastruktur energi, mulai dari tahap perencanaan melalui bidang perdata dan tata usaha negara (datun), intelijen, hingga pengamanan proyek strategis nasional.
“Kolaborasi antarlembaga menjadi kunci kelancaran pembangunan. Namun, pendekatan sosial dan nilai historis masyarakat juga perlu diperhatikan agar mereka tidak merasa dirugikan,” jelas Zet.
Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama PLN UIP Nusra dan Kejati NTT untuk mengawal pembangunan infrastruktur kelistrikan yang andal, berkelanjutan, dan berkeadilan, sejalan dengan agenda percepatan transisi energi bersih di Indonesia. (*)
Editor : Marthadi