Penghargaan bergengsi yang digelar La Tofi School of Social Responsibility dan Portman College ini diberikan atas program Desa Berdaya “Transforming Idle Land to Self-Reliant Village: Horticulture and Energy Transition in Flores” yang dijalankan PLN bersama masyarakat sekitar pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu, Kabupaten Manggarai, Flores.
Program ini fokus mengoptimalkan lahan tidur menjadi lahan hortikultura produktif, meningkatkan akses air bersih, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendukung transisi energi bersih.
Baca Juga: Istri Brigadir Esco Faska Rely Ditetapkan sebagai Tersangka
Hasilnya, 83 warga kini bekerja di sektor pertanian, terbentuk tiga kelompok hortikultura produktif, dan 72 rumah tangga bisa memenuhi kebutuhan pangan dari kebun sendiri.
Rata-rata pendapatan keluarga naik Rp 550 ribu per bulan, dan 65 rumah tangga kini rutin mengonsumsi sayur dan buah hasil tanam sendiri.
Tak hanya itu, 54 rumah tangga mendapat tambahan penghasilan—melewati target 50 rumah tangga—sementara 28 rumah tangga kini mengakses air minum layak. Sebanyak 42 warga aktif terlibat langsung, dengan 1,6 hektar lahan produktif berhasil digarap. Bahkan, pembangunan MCK di dua rumah adat tetap menjaga nilai budaya lokal.
Baca Juga: Marina Bay Lombok Gelorakan Program Berkelanjutan untuk Warga Buwun Mas Sekotong
General Manager PLN UIP Nusra Rizki Aftarianto menegaskan, program ini lahir dari kebutuhan nyata masyarakat sekitar wilayah kerja panas bumi.
“Bersamaan dengan pembangunan pembangkit listrik geothermal, kami pastikan masyarakat sekitar tumbuh mandiri. Lahan tidur kami ubah bersama jadi produktif, sarana air bersih kami bangun, dan masyarakat kini langsung menikmati hasilnya,” jelas Rizki.
Lebih jauh, program ini mendukung pencapaian SDGs di beberapa bidang, antara lain: Tanpa Kemiskinan (1), Tanpa Kelaparan (2), Air Bersih dan Sanitasi Layak (6), Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan Tangguh (16), serta Kemitraan untuk Tujuan Pembangunan (17).
Baca Juga: Pullman Lombok, Dari Pariwisata Mewah Hingga Aksi Nyata Pelestarian Alam
Keberhasilan program juga ditopang kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, kelompok tani, hingga lembaga adat.
“Penghargaan ini untuk seluruh stakeholder. Bersama masyarakat, kita membangun desa hortikultura mandiri yang sehat, berdaya, dan sejalan dengan transisi energi bersih,” tutup Rizki.
Program Desa Berdaya ini sekaligus mendorong sektor pertanian Kabupaten Manggarai.
Banyak lahan tidur potensial, khususnya di Kecamatan Satar Mese, kini berubah menjadi kebun produktif.
Sejumlah kelompok tani binaan bahkan sudah meraup jutaan rupiah dari hasil hortikultura, dengan pelanggan tetap yang kian bertambah.
Keterlibatan lembaga adat, kelompok tani, hingga perempuan dalam kegiatan pertanian menjadikan program ini lebih kokoh, berkelanjutan, dan bisa ditransformasikan secara mandiri oleh komunitas ke depan. (*)
Editor : Marthadi