Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Putra Menkeu Purbaya Ngaku Diteror Santet, tapi Bilang Ilmiah!

Marthadi • Jumat, 17 Oktober 2025 | 13:15 WIB

Pengakuan Yudo Sadewa, anak Menkeu Purbaya Yudhi Sadewo soal keluarganya yang kena teror santet. (Instagram @@8a41121a)
Pengakuan Yudo Sadewa, anak Menkeu Purbaya Yudhi Sadewo soal keluarganya yang kena teror santet. (Instagram @@8a41121a)
LombokPost – Di tengah hebohnya penolakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terhadap penggunaan dana negara untuk menutup utang proyek Kereta Cepat Whoosh senilai Rp116 triliun, keluarganya justru diterpa isu tak kalah aneh, teror santet.

Putra sang menteri, Yudo Sadewa, mengaku keluarganya sedang menghadapi gangguan tak wajar di rumah. Pengakuan itu ia sampaikan lewat akun Instagram pribadinya @8a41121a pada Senin (13/10/2025).

“Keluarga kami diteror oleh santet di rumah,” tulis Yudo di Instagram Story-nya yang sempat jadi perbincangan hangat warganet.

Tegaskan Tak Percaya Mistis

Meski mengaku diteror, Yudo menegaskan bahwa ia tidak percaya hal-hal berbau mistik. Ia mengajak keluarganya untuk tetap rasional dan memperkuat iman.

“Semakin Anda percaya, maka santet itu makin kuat. Jadi saya usahakan seluruh keluarga jangan percaya begituan. Percayalah kepada Allah, jangan percaya takhayul,” tulisnya.

Menurut Yudo, tidak ada hantu, santet, atau kesurupan yang benar-benar terjadi. Ia menyebut semua itu hanya manipulasi jin terhadap pikiran manusia agar takut kepada selain Allah.

“Jangan berpikir dengan logika mistika, berpikirlah secara ilmiah,” katanya.

Soal Isu Kiriman Darah

Di sisi lain, media sosial juga dihebohkan isu kiriman darah segar yang dikaitkan dengan keluarga Yudo. Namun ia buru-buru membantah kabar itu.

“Itu tidak benar. Hoaks,” tegasnya.

Yudo menilai kejadian yang dialami keluarganya lebih masuk akal jika dijelaskan lewat teori Poltergeist, yakni fenomena benda berpindah atau bergerak sendiri tanpa sebab yang jelas.

“Kejadian sebenarnya adalah Poltergeist, di mana barang suka hilang dan berpindah sendiri,” ungkapnya.

Di Tengah Sorotan soal Utang KCIC

Pernyataan Yudo muncul saat ayahnya, Menkeu Purbaya, tengah jadi sorotan usai menolak opsi pembayaran utang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dengan dana APBN.

Dalam Media Gathering di Bogor, Jumat (10/10/2025), Purbaya menegaskan utang tersebut merupakan tanggung jawab pihak swasta di bawah pengelolaan PT Danantara.

“KCIC di bawah Danantara, mereka sudah punya manajemen sendiri, punya dividen sendiri. Jangan APBN lagi,” kata Purbaya.

Ia menyebut, Danantara memperoleh dividen sekitar Rp80 triliun per tahun, jumlah yang cukup untuk menutup beban proyek tanpa melibatkan uang negara.

Sementara itu, Mensesneg Prasetyo Hadi menambahkan, pemerintah sedang mencari skema alternatif agar penyelesaian utang KCIC tidak membebani APBN.

“Sudah dibicarakan untuk mencari jalan keluar,” ujar Prasetyo di kediaman Presiden Prabowo Subianto, Minggu (12/10) malam. (*)

Editor : Marthadi
#Yudo Sadewa #santet #Kereta Cepat Whoosh #Purbaya Yudhi Sadewa #KCIC