Kunjungan lapangan ini menjadi bukti nyata keterbukaan PLN dalam memberikan edukasi publik dan memperkuat transparansi pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah Timur Indonesia.
Kegiatan ini digelar oleh PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) bersama Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 3 sebagai bagian dari upaya mempererat sinergi dengan media sekaligus memberikan pemahaman tentang operasional pembangkit listrik strategis tersebut.
Baca Juga: Di Hadapan Mendikdasmen, Wabup Sumbawa Keluhkan Gedung Sekolah Rusak dan Penempatan Guru PPPK
Acara dibuka dengan pemaparan teknis oleh Asisten Manager PLTU Timor-1 Asmar yang menjelaskan bahwa pembangkit berkapasitas total 100 MW ini resmi beroperasi sejak Juli 2025 dan kini menjadi tulang punggung pasokan listrik di Sistem Timor.
“Dengan posisi yang dekat dengan pusat beban di Kota Kupang, PLTU Timor-1 mampu menekan rugi energi dan menurunkan biaya pokok penyediaan listrik,” jelas Asmar.
Selain efisiensi, PLN juga menekankan aspek lingkungan dalam pengelolaan operasionalnya. Air laut yang digunakan sebagai pendingin turbin terus diawasi agar tetap sesuai baku mutu, sementara limbah Fly Ash Bottom Ash (FABA) dimanfaatkan sebagai bahan bangunan ramah lingkungan, seperti batako.
Baca Juga: Cek Harga Beras, Satgas Pangan NTB Turun ke Pasar dan Ritel, Ini Temuannya
Sementara itu, Manager Perizinan dan Komunikasi PLN UIP Nusra, Bobby Robson Sitorus, menuturkan bahwa PLTU Timor-1 tidak hanya menyuplai listrik untuk wilayah Kupang, tetapi juga menopang kebutuhan hingga Atambua, Kabupaten Belu.
“Kunjungan ini menjadi sarana edukasi agar media dapat menyampaikan informasi yang lebih akurat dan berimbang tentang kinerja PLN,” ungkap Bobby.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan PLTU Timor-1 diiringi berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), seperti penanganan stunting, pembangunan rumah ibadah, peningkatan infrastruktur jalan, dan program Desa Eco-Bahari bersama Politeknik KP Kupang.
Baca Juga: Realisasi KUR di NTB Tembus Rp 4,2 Triliun Lebih, Suku Bunga KUR Sangat Murah
Salah satu peserta, Roni Banase dari media Garda Indonesia, mengapresiasi keterbukaan PLN terhadap insan pers.
“Kami bisa melihat langsung bagaimana proses kerja pembangkit yang menjadi sumber energi utama Pulau Timor. Ini bentuk transparansi yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Menutup kegiatan, General Manager PLN UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan pentingnya peran media dalam membangun optimisme publik terhadap pembangunan sektor kelistrikan.
“Media adalah mitra strategis PLN. Melalui kunjungan ini, kami ingin menunjukkan komitmen terhadap keandalan sistem, efisiensi energi, dan kepedulian lingkungan,” tegas Rizki.
PLTU Timor-1 kini menjadi simbol kemajuan infrastruktur kelistrikan di NTT — menghadirkan energi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Pulau Timor. (*)
Editor : Marthadi