SMK St. Aloisius Ruteng resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai, Selasa (11/11).
Kesepakatan ini menjadi tonggak awal pelaksanaan program “Reaktivasi Transportasi Pemerintah Daerah Manggarai Berbasis Energi Listrik”, yang bertujuan menekan biaya operasional sekaligus mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan di lingkungan pemerintahan.
Baca Juga: Dari Mataram untuk Indonesia Emas: 50 Koperasi Merah Putih Siap Gerakkan Ekonomi Rakyat
Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit menjelaskan, kerja sama ini merupakan inisiatif bersama antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan PLN dalam mengonversi kendaraan dinas berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik.
“Hari ini adalah uji coba bagaimana kita mengubah mesin berbahan bakar fosil menjadi energi bersih. Kita mulai dengan lima unit motor yang diserahkan kepada SMK St. Aloisius Ruteng untuk dikonversi menjadi motor listrik,” ujar Hery Nabit.
Menurutnya, langkah ini menjadi contoh nyata penerapan teknologi energi bersih di Manggarai. Selain mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM), konversi juga diharapkan membantu efisiensi anggaran operasional pemerintah daerah.
Baca Juga: Bukan Sekadar Data, Tapi Senyum Anak-Anak: Dukcapil Mataram Bawa Layanan KIA ke Sekolah
Kegiatan penandatanganan MoU dirangkai dengan pelatihan konversi lima unit motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik oleh siswa SMK St. Aloisius Ruteng di bawah bimbingan PT Braja Elektrik Motor.
Penanggung jawab bengkel konversi SMK St. Aloisius Ruteng Gerardus Syukur menjelaskan, pelatihan dimulai dengan pemaparan materi teknis, dilanjutkan praktik perakitan hingga Jumat mendatang.
“Motor yang akan dikonversi totalnya lima unit: satu Yamaha Scorpio, dua Suzuki Thunder, satu Megapro, dan satu Revo,” ujarnya.
Setelah proses konversi selesai, kendaraan akan menjalani uji tipe di Kupang untuk memastikan standar keselamatan dan kelayakan jalan, termasuk pemeriksaan sistem pengereman, pencahayaan, hingga alat penunjuk kecepatan.
Baca Juga: Layanan Puskesmas di Mataram Gunakan QRIS, Transaksi Langsung Masuk Kas Daerah!
Selain itu, SMK Aloisius juga akan mengurus seluruh dokumen peralihan dari kendaraan BBM ke listrik hingga penerbitan STNK, dengan pendampingan PT Braja Elektrik Motor.
Program ini melibatkan 10 guru dan 5 siswa SMK Aloisius Ruteng sebagai bagian dari dukungan PLN UIP Nusra terhadap transisi energi berbasis electric vehicle (EV). Sebelumnya, SMK ini telah berhasil memproduksi dua unit motor listrik yang kini beroperasi di jalan.
Gerardus menyebut, program ini akan berlanjut hingga lima tahun ke depan sebagai dukungan terhadap transisi energi di wilayah Manggarai.
Baca Juga: Mulai Desember, Bayar Layanan Puskesmas di Mataram Cukup Scan QRIS!
“Pemkab Manggarai sangat mendukung dan siap melanjutkan kolaborasi ini,” ujarnya.
General Manager PLN UIP Nusra Rizki Aftarianto menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam mendukung pendidikan vokasi dan pengembangan energi bersih di daerah.
<span;>> “Kami berharap kompetensi siswa dan guru SMK terus meningkat, sekaligus membuka peluang baru bagi daerah beradaptasi dengan masa depan energi yang lebih hijau,” kata Rizki. (*)
Editor : Marthadi