LombokPost--Penggunaan kain penutup jenazah dengan warna-warna berbeda di Masjidil Haram sering menarik perhatian jamaah.
Banyak yang bertanya-tanya, apakah kain tersebut berfungsi sebagai kafan?
Jawabannya adalah tidak. Kain berwarna tersebut merupakan bagian dari sistem pengelolaan jenazah yang dirancang untuk efisiensi dan ketertiban prosesi di tanah suci.
Setiap warna yang digunakan memiliki kode khusus untuk memudahkan petugas identifikasi dengan cepat sebelum jenazah disalatkan dan dimakamkan.
Sistem ini penting mengingat tingginya volume pengurusan jenazah di kompleks Masjidil Haram.
Berikut adalah panduan kode warna kain penutup jenazah di Masjidil Haram:
-
Coklat: Digunakan untuk jenazah lelaki dewasa.
-
Hitam: Ditujukan untuk jenazah wanita dewasa.
-
Putih: Khusus bagi mereka yang meninggal dalam keadaan ihram (baik haji maupun umrah), menghormati kesucian keadaan ibadah mereka.
-
Hijau dengan Bumbung: Menandakan jenazah anak-anak.
-
Biru: Digunakan untuk jenazah yang datang dari rumah sakit.
-
Kuning: Diberikan kepada jenazah tokoh atau pemimpin tertentu.
Baca Juga: Nikmati Rujak Buah Segar Otentik di Pullman Lombok Mandalika
Penting untuk dipahami bahwa perbedaan warna ini murni untuk kepentingan teknis pengurusan di dunia.
Sistem ini tidak dimaksudkan untuk mengistimewakan atau mendiskriminasi satu jenazah atas jenazah lainnya.
Dalam ajaran Islam, semua manusia sama di hadapan Allah SWT. Yang membedakan hanyalah tingkat ketakwaan, keimanan, dan amal ibadah yang dilakukan selama hidup.
Pemaknaan spiritual atas kematian tetap sama, terlepas dari warna kain penutup yang digunakan.
Baca Juga: Bahaya Tersembunyi di Balik Tren Ganti Ponsel dengan Utang
Penerapan sistem kode warna ini mencerminkan bagaimana otoritas Masjidil Haram mengelola operasional skala besar dengan penuh hormat, tertib, dan efisien, sekaligus tetap menjaga martabat setiap jenazah sesuai syariat Islam.
Editor : Kimda Farida