LombokPost--Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) merespons kritik yang dilontarkan komika Pandji Pragiwaksono dalam spesial stand-up comedy berjudul "Mens Rea".
Dalam pertunjukan tersebut, Pandji menyebut KDM dengan istilah "gubernur konten". Menanggapi hal itu, KDM justru mengajak publik menilai langsung kinerjanya di lapangan.
"Datang ke Jawa Barat, keliling, lewatin jalan-jalan provinsi, lihat ke daerah-daerah. Saya membangunnya benar apa enggak? Apakah saya ini hanya gubernur konten atau gubernur kenyataan? Kita sama-sama lihat hasilnya di lapangan," kata KDM, mengutip pernyataannya yang viral.
Interaksi di Media Sosial dan Tanggapan Warganet
Interaksi ini berlanjut di kolom komentar Instagram @dedimulyadi71.
Pandji Pragiwaksono menulis balasan, "Salam kenal Kang Dedi, alhamdulillah ini jadi jembatan perkenalan kita ya."
Baca Juga: Mayat Perempuan Ditemukan di Hutan Sekotong, Polisi Dalami Penyebab Kematian
Banyak warganet memberikan tanggapan beragam.
Sebagian mengingatkan bahwa peran komika dan politisi berbeda.
Akun @kuskushendrahe menulis, "Pandji itu komika, bukan politisi. Tugasnya bikin kita ingat dan kritis, bukan malah diajak berpolitik praktis."
Sementara itu, akun @jovanarvisco menekankan pentingnya konteks pertunjukan, "Ada baiknya nonton sampai selesai biar tahu konteks keseluruhannya. Ini stand up comedy, bukan orasi politik."
Diskusi Publik tentang Peran Humor dalam Evaluasi Kepemimpinan
Peristiwa ini memicu diskusi publik di platform X (Twitter) tentang apakah humor bisa menjadi alat evaluasi kepemimpinan yang efektif.
Baca Juga: Anggota MPR RI Nanang Samodra Terus Lakukan Sosialisasi 4 Pilar
Akun @bar*** memberikan penjelasan, "Sebenernya yg dimaksud artis sama @Pandji itu selebritis... Yang dikritik bukan KDM karena jadi gubernur yang ngonten, tapi kita yang milih berdasarkan popularitas."
Ada juga usulan konkret dari akun @_BADjin***, "Harusnya bang @pandji meng-iya-kan KDM dengan syarat boleh melakukan audit dari eksternal untuk semua proyek tsb. Kita cari auditor yang independen."
Respons terbuka KDM terhadap kritik dalam format komedi ini menunjukkan dinamika baru dalam interaksi publik dengan pemimpin.
Diskusi yang muncul menandakan tingginya minat masyarakat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah, sekaligus mempertanyakan peran humor dan media populer dalam membingkai isu kepemimpinan dan akuntabilitas di Indonesia.
Editor : Kimda Farida