LombokPost--Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, mengungkap motif pelaku penyamaran pramugari gadungan Batik Air, Nisya, 23 tahun.
Pelaku mengaku pernah melamar menjadi pramugari namun gagal.
Karena merasa malu kepada keluarga di Palembang, ia nekad menggunakan seragam palsu ke Jakarta agar terlihat telah bekerja.
“Pelaku gagal seleksi dan melakukan ini karena malu di keluarganya,” jelas Kompol Yandri Mono.
Berhasil Lolos Pemeriksaan
Dengan seragam dan atribut palsu Batik Air itu, Nisya dilaporkan berhasil melewati pemeriksaan dan masuk ke dalam pesawat pada penerbangan rute Palembang–Jakarta.
Baca Juga: 18 SPPG Telah Beroperasi, Program MBG di Lombok Utara Disebut Jadi Ladang Ekonomi Baru
Aksi ini baru terungkap setelah foto-foto penyamarannya viral di media sosial pada Selasa (7/1/2026).
Klarifikasi dan Tindakan Hukum
Nisya telah mengakui perbuatannya, menyampaikan permohonan maaf, dan berjanji tidak mengulangi.
Saat ini, ia telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak Batik Air dan Lion Group menyatakan dirugikan atas penyalahgunaan atribut perusahaan.
Kasus ini menjadi alarm bagi keamanan penerbangan, mendorong otoritas bandara untuk memperketat verifikasi identitas awak kabin di semua titik pemeriksaan.
Editor : Kimda Farida