Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Motif Malu ke Keluarga, Pramugari Gadungan Pakai Seragam Palsu Batik Air Lolos ke Pesawat

Kimda Farida • Kamis, 8 Januari 2026 | 11:53 WIB
Nisya, 23 tahun, pramugari gadungan Batik Air diturunkan petugas dari pesawat untuk menjalani serangkaian pemeriksaan. (internet)
Nisya, 23 tahun, pramugari gadungan Batik Air diturunkan petugas dari pesawat untuk menjalani serangkaian pemeriksaan. (internet)

LombokPost--Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, mengungkap motif pelaku penyamaran pramugari gadungan Batik Air, Nisya, 23 tahun.

Pelaku mengaku pernah melamar menjadi pramugari namun gagal.

Karena merasa malu kepada keluarga di Palembang, ia nekad menggunakan seragam palsu ke Jakarta agar terlihat telah bekerja.

“Pelaku gagal seleksi dan melakukan ini karena malu di keluarganya,” jelas Kompol Yandri Mono.

Berhasil Lolos Pemeriksaan

Dengan seragam dan atribut palsu Batik Air itu, Nisya dilaporkan berhasil melewati pemeriksaan dan masuk ke dalam pesawat pada penerbangan rute Palembang–Jakarta.

Baca Juga: 18 SPPG Telah Beroperasi, Program MBG di Lombok Utara Disebut Jadi Ladang Ekonomi Baru

Aksi ini baru terungkap setelah foto-foto penyamarannya viral di media sosial pada Selasa (7/1/2026).

Klarifikasi dan Tindakan Hukum

Nisya telah mengakui perbuatannya, menyampaikan permohonan maaf, dan berjanji tidak mengulangi.

Saat ini, ia telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak Batik Air dan Lion Group menyatakan dirugikan atas penyalahgunaan atribut perusahaan.

Baca Juga: Estafet Kepemimpinan Rektor Universitas Mataram: Warisan Prestasi Dan Tantangan Rektor Berikutnya Oleh Markum, Guru Besar Unram

Kasus ini menjadi alarm bagi keamanan penerbangan, mendorong otoritas bandara untuk memperketat verifikasi identitas awak kabin di semua titik pemeriksaan.

Editor : Kimda Farida
#batik air #pramugari gadungan #seragam palsu #Kompol Yandri Mono