Cuaca ekstrem berpotensi melanda Kota Surabaya sepanjang Kamis (8/1/2026), dengan ancaman hujan lebat disertai petir dan angin kencang dari pagi hingga malam hari.
BMKG Juanda menyebut, kondisi atmosfer yang tidak stabil membuat Surabaya berada dalam zona rawan cuaca ekstrem.
Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan banjir dan genangan.
Pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, cuaca di Surabaya diprakirakan berawan tebal. Suhu udara berada di kisaran 27 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi mencapai 84 persen. Meski belum ada hujan, awan gelap sudah mendominasi langit kota.
Memasuki pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, suhu diperkirakan meningkat hingga 30–32 derajat Celsius.
Kondisi cuaca masih berawan dengan selingan cerah, namun potensi pertumbuhan awan hujan tetap tinggi.
Situasi berubah drastis saat memasuki siang hari. Sekitar pukul 12.00–14.00 WIB, BMKG memprediksi munculnya hujan ringan hingga sedang yang disertai angin kencang. Suhu udara mencapai puncaknya di angka 34–36 derajat Celsius, sementara kelembapan terus meningkat dan memicu hujan lebih intens.
Hujan disertai petir diperkirakan berlanjut hingga sore hari. Pada rentang waktu 16.00–23.00 WIB, sebagian besar wilayah Surabaya berpotensi diguyur hujan lebat, petir, dan angin kencang.
Kelembapan udara pada malam hari bahkan diprediksi menembus 90 persen, dengan intensitas hujan di beberapa titik mencapai 1–2 milimeter per jam.
BMKG Juanda juga menegaskan, sepanjang Januari 2026 Jawa Timur masih berada pada puncak musim hujan.
Curah hujan tinggi berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, serta kerusakan infrastruktur akibat angin kencang.
Masyarakat diimbau untuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan petir, waspada terhadap genangan dan pohon tumbang, serta terus memantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG.
Editor : Marthadi