Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sering Dianggap Sama, Ternyata Ini Bedanya Lailatul Qadr dan Nuzulul Qur’an! Jangan Keliru Lagi Ya!

Nurul Hidayati • Jumat, 6 Maret 2026 | 16:30 WIB

MENGAJI: Murid SDN 42 Cakranegara membaca Alquran di sekolah setempat, belum lama ini.
MENGAJI: Murid SDN 42 Cakranegara membaca Alquran di sekolah setempat, belum lama ini.

LombokPost - Setiap memasuki pertengahan hingga akhir Ramadan, dua istilah besar selalu menjadi perbincangan hangat di tengah umat Islam: Nuzulul Quran dan Lailatul Qadr.

Meski keduanya berkaitan erat dengan turunnya Alquran, banyak masyarakat yang masih bingung membedakan antara keduanya.

Apakah Alquran turun pada 17 Ramadan atau di malam-malam ganjil akhir bulan?

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa tidak ada pertentangan dalam hal ini. Rahasianya terletak pada dua tahap proses turunnya wahyu suci tersebut ke muka bumi.

Tahap Pertama: Turun Sekaligus (Lailatul Qadr) Tahap pertama adalah turunnya Alquran secara utuh dan keseluruhan dari Lauh Mahfuz ke langit dunia, tepatnya ke Baitul ‘Izzah.

Peristiwa besar ini terjadi pada malam yang diberkahi, yaitu Lailatul Qadr di bulan Ramadan. Pada tahap ini, Al-Qur'an diturunkan sebagai satu kesatuan ketetapan Ilahi yang sempurna.

Tahap Kedua: Turun Bertahap (Nuzulul Qur’an) Tahap kedua adalah proses turunnya wahyu dari langit dunia kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril.

Berbeda dengan kitab-kitab sebelumnya, Alquran diturunkan secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun sesuai dengan peristiwa dan kebutuhan umat.

Awal dari tahap kedua inilah yang populer diperingati sebagai Nuzulul Qur’an.

Peristiwa bersejarah ini dimulai saat Rasulullah berkhalwat di Gua Hira dengan turunnya lima ayat pertama Surah Al-‘Alaq. Banyak riwayat menempatkan momen monumental ini pada tanggal 17 Ramadan.

Penjelasan Ibnu Abbas r.a. Keraguan mengenai waktu turunnya Al-Qur’an sebenarnya sudah ada sejak zaman sahabat.

Ibnu Abbas r.a. pernah menjelaskan kepada Athiyah bin al-Aswad bahwa Al-Qur'an memang turun di malam Lailatul Qadr secara sekaligus.

"Kemudian setelah itu diturunkan secara berangsur-angsur sesuai peristiwa-peristiwa dalam bulan-bulan dan hari-hari," tegas Ibnu Abbas.

Jadi, Lailatul Qadr adalah momentum turunnya Alquran secara kolektif ke langit dunia, sedangkan Nuzulul Qur’an merujuk pada titik awal sejarah kerasulan Muhammad SAW di bumi.

Keduanya adalah malam yang agung dan penuh kemuliaan. Di NTB sendiri, peringatan Nuzulul Qur’an biasanya diisi dengan khataman Alquran dan pengajian, sementara malam-malam Lailatul Qadr menjadi ajang bagi masyarakat untuk memperbanyak i'tikaf di masjid-masjid.

Editor : Kimda Farida
#ramadan #Wahyu #Nuzulul Qur'an #alquran #gua hira #lailatul qadar