Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Nuzulul Quran: Alquran sebagai Pedoman Kehidupan, Alquran Diturunkan Bukan Sekadar untuk Dibaca

Lombok Post Online • Senin, 9 Maret 2026 | 12:40 WIB

Oleh : Dr TGH.Muharrar Iqbal,MA (Pengasuh Yayasan Insan Kamil Kediri Selatan)
Oleh : Dr TGH.Muharrar Iqbal,MA (Pengasuh Yayasan Insan Kamil Kediri Selatan)

LombokPost - “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda." (QS. Al Baqarah: 185)

Pembaca yang berbahagia. Sampailah kita pada momentum peringatan malam turunya Alquran. Dalam kitab Mabahits fi ulumil Quran halaman 96 disebutkan: salah seorang sahabat Nabi SAW, Ibnu Abbas menuturkan bahwa, Alquran turun melalui dua fase.

Pertama, disebut fase “inzali” yaitu turunnya Alquran secara global dari Lauhul Mahfudz menuju Baitul Izzah di langit dunia sebagai bentuk pengagungan terhadap Alquran. Fase kedua disebut “tanzili” yaitu turunnya Alquran secara bertahap kepada Nabi Muhammad Saw selama 23 tahun sesuai dengan peristiwa yang terjadi.

Lalu, bagaimana proses Alquran itu diturunkan? Peristiwa Nuzulul Quran menandai turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira.

Peristiwa agung ini tidak hanya menjadi tonggak sejarah kenabian, tetapi juga menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk kembali meneguhkan posisi Alquran sebagai pedoman kehidupan. Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, Nuzulul Quran mengajak kita merenungi kembali sejauh mana Alquran hadir dan berperan dalam kehidupan sehari-hari.

Alquran diturunkan bukan sekadar untuk dibaca atau dihafalkan, tetapi untuk menjadi petunjuk hidup. Allah SWT menjelaskan dalam firman-Nya. “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda." (QS. Al Baqarah: 185).

Dari ayat ini jelas, bahwa Alquran membimbing manusia dalam mengenal Tuhannya, mengatur hubungan antar sesama, serta menata kehidupan yang adil dan berakhlak. Di dalamnya terkandung nilai-nilai tauhid, keadilan, kasih sayang, kejujuran, dan tanggung jawab sosial yang relevan sepanjang zaman.

Pembaca yang dirahmati Allah SWT. Nuzulul Quran juga mengingatkan bahwa Alquran turun secara bertahap, sesuai dengan konteks dan kebutuhan umat. Hal ini menunjukkan bahwa Alquran hadir untuk menjawab persoalan nyata kehidupan manusia.

Karena itu, membaca Alquran seharusnya disertai dengan tadabbur, merenungi makna dan pesan ayat-ayatnya,agar kita mampu menangkap relevansinya dalam menghadapi tantangan zaman modern.

Di bulan Ramadan, interaksi umat Islam dengan Alquran biasanya meningkat. Masjid-masjid ramai dengan tadarus, rumah-rumah dipenuhi lantunan ayat suci.

Namun, Nuzulul Quran mengingatkan bahwa kedekatan dengan Alquran tidak boleh berhenti pada ritual musiman. Alquran harus menjadi rujukan dalam bersikap, mengambil keputusan, dan menyelesaikan persoalan hidup, baik secara personal maupun sosial.

Alquran sebagai pedoman kehidupan juga menuntut pengamalan nyata. Ayat-ayat tentang kejujuran menuntut integritas, ayat tentang keadilan menuntut keberpihakan pada kebenaran, dan ayat tentang kepedulian sosial menuntut tindakan nyata dalam membantu sesama.

Tanpa pengamalan, Alquran berisiko hanya menjadi bacaan indah tanpa pengaruh dalam perilaku. Nuzulul Quran mengajarkan bahwa kemuliaan umat Islam sangat bergantung pada sejauh mana mereka berpegang teguh pada Alquran.

Ketika Alquran dijadikan pedoman, kehidupan akan tertata dengan nilai-nilai ilahiah. Sebaliknya, ketika Alquran ditinggalkan, kekacauan moral dan sosial mudah terjadi.

Peringatan Nuzulul Quran di bulan Ramadan adalah ajakan untuk memperbarui komitmen kita terhadap Alquran. Bukan hanya membacanya lebih sering, tetapi juga memahaminya lebih dalam dan mengamalkannya secara konsisten.

Semoga Alquran benar-benar menjadi cahaya yang menerangi jalan hidup kita, membimbing langkah kita, dan mengantarkan kita menuju rida Allah SWT. Wallohu’alam bisshawab. (*)

Editor : Kimda Farida
#lauhul mahfudz #manusia #alquran #integritas #Nuzulul Quran