Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

JEMPUT MALAM SERIBU BULAN! Simak Deretan Amalan Utama untuk Meraih Lailatul Qadar di Penghujung Ramadan

Nurul Hidayati • Selasa, 10 Maret 2026 | 15:10 WIB

Ilustrasi Malam Lailatul Qadar
Ilustrasi Malam Lailatul Qadar

LombokPost - Tak terasa, umat Muslim kini berada di garis finis bulan suci Ramadan. Inilah saatnya "tancap gas" untuk memburu malam yang paling dinanti, Lailatul Qadar.

Malam yang kemuliaannya disebut lebih baik dari seribu bulan ini menjadi magnet spiritual yang luar biasa, memicu jutaan hamba untuk bersimpuh lebih lama dalam munajat.

Meski waktu kedatangannya menjadi rahasia Ilahi, para ulama bersepakat bahwa malam penuh keberkahan ini tersembunyi di sepuluh malam terakhir, terutama pada malam-malam ganjil. Lalu, apa saja amalan yang harus diperkuat agar kita tidak melewatkan momentum emas ini?

Hidupkan Malam dengan Qiyamul Lail

Amalan paling utama yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah memperbanyak salat malam atau qiyamul lail. Di fase ini, Nabi dikisahkan mengencangkan ikat pinggang dan membangunkan keluarganya untuk beribadah lebih giat dibanding malam-malam sebelumnya.

Salat tahajud, witir, dan salat sunnah lainnya menjadi menu utama yang tidak boleh terlewatkan. Menghidupkan malam dengan dahi yang bersujud menjadi jalan pintas untuk mengetuk pintu langit di saat dunia sedang terlelap.

Tilawah dan Tadabbur Al-Qur’an

Ramadan adalah bulan Al-Qur’an. Maka, mengulang kembali interaksi yang intens dengan kitab suci di akhir Ramadan adalah sebuah keharusan.

Banyak umat Islam yang mengejar target khatam di periode ini sebagai bentuk penghormatan atas turunnya wahyu pertama di malam yang penuh berkah. Tak sekadar membaca, meresapi maknanya (tadabbur) akan membawa ketenangan batin yang luar biasa.

Doa Ampunan: Senjata Pamungkas

Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa khusus kepada Siti Aisyah RA untuk dibaca di malam-malam terakhir: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii” (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku).

Memperbanyak istigfar dan doa ini dengan penuh ketulusan menjadi kunci. Siapa pun yang menjaga hatinya tetap ikhlas dan lisannya terus basah dengan zikir, dialah yang paling berpeluang merengkuh kemuliaan Lailatul Qadar.

Sedekah: Manifestasi Kesalehan Sosial

Selain ibadah ritual yang bersifat individual, Lailatul Qadar juga bisa dijemput melalui kesalehan sosial.

Bersedekah, memberi makan orang yang berbuka, hingga membantu kaum dhuafa adalah amalan bernilai tinggi.

Keikhlasan dalam berbagi di saat kita sendiri sedang berjuang menyelesaikan ibadah puasa menjadi bukti nyata dari ketakwaan yang sempurna.

Jangan biarkan malam-malam terakhir ini berlalu begitu saja tanpa bekas. Konsistensi dan kesungguhan adalah kunci.

Meski letak malam seribu bulan itu dirahasiakan, namun janji Allah bagi mereka yang bersungguh-sungguh mencari-Nya adalah sebuah kepastian.

Editor : Kimda Farida
#ramadan #sedekah #qiyamul lail #lailatul qadar #10 malam terakhir