Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Marga Harun, Legislator Dompu yang Hobi Merawat Kuda Balap 

Umar • Senin, 11 Mei 2026 | 13:45 WIB
Anggota DPRD NTB Marga Harun dikenal hobi merawat kuda balap di kampungnya di Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu.
Anggota DPRD NTB Marga Harun dikenal hobi merawat kuda balap di kampungnya di Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu.

LombokPost – Pacuan kuda adalah olahraga berkuda yang banyak digemari masyarakat Kabupaten Dompu.

Bagi warga Dompu, kepiawaian menunggang kuda adalah lambang sportivitas dan keberanian. 

"Menunggang kuda dan memelihara kuda adalah cermin identitas masyarakat Dompu yang masih terawat sampai sekarang," kata Anggota DPRD NTB Marga Harun kepada Lombok Post, Minggu (10/5).

Baca Juga: Hj Nanik Suryatiningsih, Menjahit Pakaian Dinas Sendiri  

Tidak heran, Marga juga merawat puluhan ekor kuda di rumahnya di Desa Kempo, Kecamatan Kempo, Dompu.

Semuanya jenis kuda balap yang biasa ditandingkan dalam sejumlah event. 

"Kuda-kuda peliharaan saya juga sering juara," akunya. 

Baca Juga: Backpacker Bantu Tingkatkan Angka Kunjungan Wisata di KLU

Nah, untuk melatih kekuatan kuda, Marga biasa melepas hewan peliharaannya itu di alam bebas.

Yaitu di Padang Savana Doro Ncanga. Ini adalah padang rumput luas yang dijuluki "Afrika Kecil di Sumbawa" yang berada di kaki Gunung Tambora, Kabupaten Dompu. 

Kuda miliknya berbaur dengan peternak lain. Ratusan ternak kuda yang dilepas secara liar ini menyajikan suasana safari yang ikonik di Padang Savana Doro Ncanga.

Baca Juga: Padang Savana Doro Ncanga, Little Africa yang Menanti Sentuhan

"Di padang savana ini kami melatih lekuatan kuda," tutur Marga.

Kuda peliharaannya kerap dibawa ke arena pacuan kuda. Bukan hanya di Dompu, tapi juga ke arena pacuan kuda di Kabupaten Bima dan Sumbawa.

Salah satu tempat yang terkenal dengan event balap kuda adalah gelanggang Lapangan Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. 

Baca Juga: Balap Kuda di Lembar Diduga Jadi Ajang Perjudian

Itu adalah arena pacuan kuda yang rutin mempertandingkan kemahiran menunggang kuda pada momen-momen tertentu. Seperti HUT RI 17 Agustus dan Hari Bhayangkara.

"Kalau ada balapan senang sekali. Apalagi menang, jadi bangga sekali," pungkas Anggota Komisi I DPRD NTB itu. 

Menariknya, tradisi balapan kuda di Pulau Sumbawa sudah diakui secara nasional. Sejak tahun 2016, pemerintah pusat mengakui secara resmi pacuan kuda atau pacoa jara sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda khas Indonesia dalam bidang Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional yang berasal dari Provinsi NTB. 

Editor : Kimda Farida
#Marga Harun #pacuan kuda #kabupaten dompu #DPRD NTB