Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Geothermal Flores dan Lembata Diperkuat, PLN UIP Nusra dan DPRD NTT Fokus Edukasi Masyarakat

Marthadi • Kamis, 14 Mei 2026 | 11:31 WIB
Kunjungan konsultasi ketua DPRD NTT bersama Komisi IV DPRD NTT ke PT PLN (Persero) UIP Nusra, Selasa (12/5).
Kunjungan konsultasi ketua DPRD NTT bersama Komisi IV DPRD NTT ke PT PLN (Persero) UIP Nusra, Selasa (12/5).

LombokPost – Upaya pengembangan energi panas bumi atau geothermal di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Pulau Flores dan Lembata, terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah daerah dan PT PLN (Persero).

Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan konsultasi Ketua DPRD NTT bersama Komisi IV DPRD NTT ke PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), Selasa (12/5).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor PLN UIP Nusra itu menjadi ruang diskusi untuk memperkuat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sekaligus membangun pemahaman publik terkait proyek geothermal di Flores.

Kunjungan tersebut dihadiri Ketua DPRD NTT Ir. Emelia Julia Nomleni, Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTT Drs. Obed Naitboho, M.Si, Sekretaris Komisi IV Ana Waha Kolin S.H, anggota Komisi IV Antonius D. Mahemba, S.H dan Simson Polin, S.Sos beserta jajaran Sekretariat DPRD NTT.

Baca Juga: Komisi X DPR RI Desak Presiden Hapus Kastanisasi Guru 

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra Rizki Aftarianto mengatakan NTT menjadi salah satu wilayah strategis dalam pengembangan energi baru terbarukan nasional.

Menurut dia, pengembangan geothermal di Flores merupakan bagian dari upaya menghadirkan sistem kelistrikan yang lebih andal, bersih, dan berkelanjutan di wilayah Nusa Tenggara.

“NTT memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan energi bersih nasional. Kami berharap pertemuan ini menjadi ruang diskusi yang konstruktif untuk membahas berbagai langkah yang telah, sedang, dan akan dilakukan PLN dalam pengembangan geothermal di Flores,” ujar Rizki.

Ia menegaskan sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting agar pengembangan energi berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, BKOW NTB Adopsi Strategi Pemberdayaan Perempuan dari Jawa Timur

Sementara itu, Ketua DPRD NTT Emelia Julia Nomleni menilai pemerataan akses listrik menjadi bagian penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat di NTT.

Karena itu, menurut dia, pengembangan geothermal harus dibarengi edukasi dan penyampaian informasi yang utuh kepada masyarakat.

“Masyarakat perlu memahami apa itu geothermal dan manfaatnya. Ketika informasi tidak tersampaikan dengan baik, maka kekhawatiran akan mudah muncul. Di sini PLN memiliki peran penting dalam membangun komunikasi kepada masyarakat,” katanya.

Ia juga menegaskan tantangan pengembangan geothermal bukan hanya aspek teknis pembangunan, tetapi juga pendekatan sosial dan ruang dialog dengan masyarakat.

Baca Juga: MAN 1 Mataram Butuh Gedung Baru, Pendaftar Terus Melonjak

“Yang terpenting adalah bagaimana ruang dialog tetap dibuka. Saya percaya kita bisa menemukan jalan bersama antara kepentingan pembangunan dan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Dalam pemaparannya, PLN UIP Nusra menjelaskan bahwa berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, wilayah Nusa Tenggara direncanakan mendapatkan pembangunan 132 proyek ketenagalistrikan dengan total kapasitas mencapai 2.182 MW.

Dari jumlah tersebut, sekitar 47 persen atau 1.016 MW berasal dari energi baru terbarukan.

Khusus di NTT, potensi EBT yang tengah dikembangkan meliputi tenaga air sebesar 48 MW, panas bumi 177 MW, tenaga surya 279 MW, dan tenaga bayu 50 MW.

PLN juga memaparkan perkembangan PLTP Ulumbu di Kabupaten Manggarai yang telah beroperasi sejak 2012.

Baca Juga: Siswi SMPN 2 Mataram Borong 4 Emas di Gemanesia

Saat ini, pengembangan dilakukan melalui pengeboran tujuh sumur baru dengan target tambahan kapasitas hingga 40 MW. Tambahan kapasitas tersebut diproyeksikan mampu menyuplai lebih dari setengah kebutuhan listrik Pulau Flores.

Selain pembangunan infrastruktur kelistrikan, PLN UIP Nusra juga menjalankan berbagai program sosial di sekitar wilayah pengembangan geothermal sejak 2020 hingga 2026.

Program tersebut meliputi pembangunan sarana air bersih, bantuan pendidikan, pembangunan rumah adat, pengembangan kelompok tani hortikultura, bantuan ternak, listrik gratis, pengembangan UMKM, pengobatan gratis, hingga pelatihan keterampilan masyarakat.

“Kami juga berupaya memastikan masyarakat di sekitar proyek dapat tumbuh bersama dengan pengembangan yang dilakukan. Karena itu, pendekatan sosial dan budaya terus kami kedepankan,” ujar Rizki.

PLN menegaskan seluruh proses pengembangan geothermal dilakukan dengan mengedepankan keterbukaan informasi, pendekatan dialog, serta memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.

Melalui konsultasi tersebut, PLN UIP Nusra dan DPRD NTT berharap sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pengembang dapat terus diperkuat sehingga pengembangan energi panas bumi di NTT menjadi fondasi menuju kemandirian energi dan pertumbuhan ekonomi daerah berkelanjutan.

Editor : Marthadi
#geothermal Flores #energi terbarukan NTT #PLTP Ulumbu #panas bumi NTT #PLN UIP Nusra