PLN UIP Nusra Siap Garap Program 100 GW Solar, Nusa Tenggara Disiapkan Jadi Pusat Pengembangan PLTS

Marthadi • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 17:06 WIB
Executive Vice President Manajemen Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua (MKJ) Widya Anggoro Putro memberikan arahan secara daring dalam Rapat Konsinyering Penyelesaian Proyek dan Kinerja 2026 terkait penguatan kesiapan PLN dalam mendukung implementasi RUPTL 2025-2034.
Executive Vice President Manajemen Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua (MKJ) Widya Anggoro Putro memberikan arahan secara daring dalam Rapat Konsinyering Penyelesaian Proyek dan Kinerja 2026 terkait penguatan kesiapan PLN dalam mendukung implementasi RUPTL 2025-2034.

LombokPost - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menyatakan kesiapan mendukung percepatan transisi energi nasional melalui pengembangan proyek energi baru terbarukan (EBT), termasuk Program 100 GW Solar yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Konsinyering Penyelesaian Proyek dan Kinerja 2026 bertema Strengthening Teamwork for the Successful Implementation of RUPTL 2025-2034, the Energy Transition Agenda, and the 100 GW Solar Program yang digelar pada Kamis (16/7).

Executive Vice President Manajemen Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua (MKJ) PLN Widya Anggoro Putro mengatakan kawasan Nusa Tenggara memiliki potensi energi surya yang besar sehingga menjadi salah satu wilayah yang diproyeksikan sebagai pusat pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

"Program 100 GW Solar merupakan agenda strategis nasional. Potensi energi surya di Nusa Tenggara sangat besar sehingga perlu dipersiapkan sejak sekarang," ujar Widya.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan NTB Sosialisasikan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Serahkan Manfaat Rp84 Juta di Kelurahan Cakranegara Selatan Baru

Menurutnya, seluruh unit PLN perlu memperkuat kesiapan proyek sejak tahap perencanaan, konstruksi hingga perizinan agar mampu memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur energi bersih pada masa mendatang.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra RDW. Manurung mengatakan tema rapat konsinyering tahun ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dan PLN dalam mempercepat transisi energi nasional.

"Tugas kami adalah menerjemahkan program tersebut menjadi strategi yang dapat diimplementasikan melalui proyek-proyek yang sedang maupun akan dikembangkan di wilayah Nusa Tenggara," katanya.

Baca Juga: Universitas Brawijaya Gandeng FKIP Unram Cetak Petani Milenial Berbasis AI, Siapkan SDM Pertanian NTB

Ia menambahkan, kolaborasi seluruh insan PLN menjadi kunci untuk mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal sekaligus mendukung pencapaian target bauran energi nasional.

Melalui penguatan koordinasi internal dan percepatan penyelesaian proyek, PLN UIP Nusra optimistis mampu mendukung implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 serta mempercepat pengembangan energi baru terbarukan di kawasan Nusa Tenggara.

Editor : Marthadi
PLTS Nusa Tenggara Program 100 GW Solar transisi energi Energi Baru Terbarukan PLN UIP Nusra