PLN UIP Nusra Percepat PLTP Mataloko 20 MW di Flores, Siap Masuk Tahap Pengeboran dan Perkuat Energi Bersih NTT

Marthadi • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 14:50 WIB
General Manager PLN UIP Nusra RDW. Manurung bersama Vice President Panas Bumi PLN Maternikus Tigor Marolop Situmorang, beserta jajaran manajemen dan tim proyek, melakukan briefing di area laydown sebagai bagian dari kunjungan kerja ke PLTP Mataloko.
General Manager PLN UIP Nusra RDW. Manurung bersama Vice President Panas Bumi PLN Maternikus Tigor Marolop Situmorang, beserta jajaran manajemen dan tim proyek, melakukan briefing di area laydown sebagai bagian dari kunjungan kerja ke PLTP Mataloko.

 

LombokPost - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) memastikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko berkapasitas 2x10 Megawatt (MW) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), semakin siap memasuki tahap pengeboran (drilling).

Kesiapan proyek tersebut ditinjau langsung General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra RDW Manurung bersama Vice President Panas Bumi PLN Maternikus Tigor Marolop Situmorang saat melakukan kunjungan lapangan ke kawasan PLTP Mataloko, Jumat (24/7).

Dalam kunjungan tersebut, manajemen PLN meninjau sejumlah infrastruktur utama yang telah dibangun, mulai dari wellpad, akses jalan, sistem penyediaan air, hingga lokasi manifestasi panas bumi yang menjadi dasar pengembangan energi panas bumi Mataloko.

Selain itu, PLN juga mengevaluasi kesiapan teknis menjelang pengeboran, termasuk sistem penyediaan air yang akan mendukung aktivitas drilling. Saat ini, PLN masih menunggu keputusan dari KfW sebagai lembaga pemberi pinjaman (lender) terkait skema pemanfaatan air untuk mendukung tahapan tersebut.

Baca Juga: Dikawal Ketat Petugas, Reka Adegan Kasus Pembakaran Tiga Santri di Loteng Digelar Tertutup

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra RDW Manurung mengatakan, proyek PLTP Mataloko kini memasuki fase krusial sebelum pengeboran dimulai.

“Kami ingin memastikan seluruh kesiapan proyek, mulai dari infrastruktur pendukung, aspek teknis, hingga pengelolaan lingkungan telah memenuhi standar sehingga tahapan drilling dapat dilaksanakan secara aman, efektif, dan sesuai rencana,” ujarnya.

Menurut Manurung, PLTP Mataloko merupakan salah satu proyek strategis ketenagalistrikan di Pulau Flores yang diproyeksikan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Flores sekaligus mendukung target transisi energi nasional melalui pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).

Dalam peninjauan tersebut, jajaran PLN juga mengunjungi sejumlah titik manifestasi panas bumi di kawasan Mataloko. Potensi panas bumi yang besar di wilayah tersebut dinilai tidak hanya mendukung pembangkitan listrik, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan langsung bagi masyarakat.

Baca Juga: Kemenkum NTB Kawal Regulasi Kampung Keluarga Berkualitas di Lombok Tengah, Soroti Tingginya Angka Perceraian

Manurung menjelaskan, energi panas bumi dapat dimanfaatkan sebagai sumber panas untuk kebutuhan industri, pengembangan kawasan pemandian air panas berbasis geowisata, hingga mendukung sektor pertanian melalui pengembangan greenhouse berbasis energi panas bumi.

Untuk memastikan keberlanjutan proyek, PLN telah menyiapkan berbagai langkah pengelolaan lingkungan, di antaranya pemasangan Automatic Water Level Logger (AWLR), pelibatan masyarakat dalam kegiatan monitoring, menjaga aliran ekologis sungai, serta membuka ruang dialog dan pengaduan bagi masyarakat.

“Setiap tahapan kami laksanakan dengan memperhatikan aspek teknis, lingkungan, dan sosial secara seimbang,” tegas Manurung.

Sebelum melakukan peninjauan lapangan di Mataloko, Manurung bersama jajaran manajemen PLN mengikuti Forum Komunikasi Para Pemangku Kepentingan Proyek Panas Bumi Flores dan Lembata di Kampus II IFTK Ledalero, Maumere, Kamis (23/7).

Baca Juga: Desa Pemenang Barat Teguhkan Semangat Gotong Royong

Forum tersebut menjadi ruang dialog antara PLN, akademisi, tokoh masyarakat, dan para pemangku kepentingan untuk membahas pengembangan proyek panas bumi di Flores dan Lembata, termasuk penyampaian aspirasi masyarakat serta pembahasan berbagai isu strategis yang berkembang.

Manager Unit Pelaksana Proyek (MUPP) Nusra 2 Avianda Edwin Fachruddin menegaskan, PLN berkomitmen menjalankan pengembangan PLTP Mataloko secara transparan dan partisipatif dengan melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan.

“PLN berkomitmen melaksanakan pengembangan PLTP Mataloko secara transparan dan partisipatif. Kami memastikan masyarakat memperoleh informasi mengenai rencana kegiatan, potensi dampak, serta langkah-langkah pengelolaan yang akan dilakukan,” katanya.

Editor : Marthadi
energi terbarukan NTT Panas bumi Flores Proyek Geothermal Indonesia PLTP Mataloko PLN UIP Nusra