Walk Through Mambalan, Gaet Wisatawan Asing Berwisata ke Desa

Suharli Harli • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 19:25 WIB
DESTINASI WISATA: Sejumlah wisatawan asing mengikuti program bersepeda Desa Mambalan dengan menikmati kawasan persawahan di Lobar, Jumat (31/7). (KADES MAMBALAN FOR LOMBOK POST)
DESTINASI WISATA: Sejumlah wisatawan asing mengikuti program bersepeda Desa Mambalan dengan menikmati kawasan persawahan di Lobar, Jumat (31/7). (KADES MAMBALAN FOR LOMBOK POST)

LombokPost - Dua desa pada bagian utara Kabupaten Lombok Barat (Lobar) NTB menjadi salah satu destinasi pilihan. Yakni, Desa Mambalan dan Kekeri. 

Selain wisatawan lokal, dua desa itu kini kerap dikunjungi wisatawan asing yang berwisata ke Pulau Lombok. 

Dua desa tersebut memiliki karakter alam cukup indah. Salah satu nilai jualnya panorama bentangan persawahan dan perkampungan yang masih asri.

Kepala Desa Mambalan Sayid Abdollah Alkaff mengatakan, desanya kerap menawarkan program bersepeda dalam memanjakan para wisatawan asing yang datang berkunjung.

Baca Juga: Bela Pengembang, DPRD Lobar Minta Pembangunan Perumahan di Mambalan Harus Dilanjutkan

"Sepertinya, wisata pedesaan yang berbasis masyarakat kini menjadi salah satu tujuan wisatawan asing datang ke daerah kami," kata pria yang akrab disapa Apink. 

Ia tidak memungkiri program bersepeda yang menempuh jalur perkampungan Desa Mambalan menuju kawasan persawahan di Desa Kekeri ini cukup menarik minat wisatawan asing.

"Hampir setiap hari jalur melintasi perkampungan desa Mambalan menuju persawahan di desa Kekeri kian ramai pengunjung," ucapnya.

Baca Juga: Upas Bromo Jadi Buruan, Bediding Tretes Magnet Penarik Wisatawan: Dua Destinasi Wisata Jawa Timur pada Titik Dingin yang Menusuk Tulang

Apink menyampaikan bahwa program bersepeda yang menjadi salah satu inovasi Desa Mambalan ini sudah berjalan sejak 2022. Banyak pesepeda lokal maupun mancanegara yang menikmati program ini.

"Kalau dihitung sejak 2022 lalu, ratusan wisatawan asing yang datang dengan kapal pesiar memang kerap memilih desa Mambalan sebagai salah satu destinasi unggulan," ujarnya.

Keunikan landscape Desa Mambalan dan Kekeri menjadi alasan dipilihnya program yang kini mendapat label A Walk Through Mambalan tersebut.

"Nah, jalur melintasi Mambalan itulah yang juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu asing penggemar olahraga sepeda," katanya.

Baca Juga: Bupati Lotim Janji Perbaiki Jalan Wisata Tetebatu Demi Kenyamanan Wisatawan

Apink menyampaikan, para wisatawan asing penggemar sepeda cross country ini didominasi para lansia. Selain itu, ada juga wisatawan muda yang memilih paket bersepeda ini bersama orang tuanya.

"Seperti para wisatawan asing yang datang kali ini, mereka ada tiga rombongan dari negara berbeda. Ada para lansia dari Belanda, ada rombongan keluarga dari Spanyol dan Jerman," ucapnya.

Salah satu spot foto seru yang biasanya mendapat respon heboh dari para wisatawan adalah jembatan gantung yang menghubungkan Desa Mambalan dan Desa Kekeri.

Biasanya, lanjutnya, para wisatawan kerap memilih untuk istirahat sejenak di lokasi tersebut. Selain berdiam menikmati bentangan alam, mereka juga mendengar cerita kearifan lokal yang ada di sana dari pemandu wisata.

Setelah melalui jembatan gantung, wisatawan melanjutkan perjalanan melewati hamparan persawahan.

Salah satu pemandu wisata bersepeda asal Senggigi, Toni mengaku kerap mengajak wisatawan menikmati bentangan alam di dua desa ini.

"Kami memang sering membawa tamu asing melintasi jalur ini. Jembatan gantung ini menjadi daya tarik tersendiri bagi tamu kami," ujar Toni.

Salah seorang wisatawan asing asal Belanda bernama Riska yang datang bersama suami dan kerabatnya merasa puas setelah mengikuti program bersepeda inovasi Desa Mambalan.

"Saya sangat menikmati bersepeda di daerah ini. Ini sangat indah," kata Riska.

Editor : Akbar Sirinawa
Desa Kekeri Wisatawan asing Desa Mambalan berwisata destinasi wisata