PLN UIP Nusra Buka Dialog dengan Tokoh Adat dan Masyarakat, Pengembangan Panas Bumi Flores-Lembata Ditekankan Transparan

Marthadi • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 11:53 WIB
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra RDW. Manurung bersama jajaran manajemen menghadiri Forum Komunikasi Para Pemangku Kepentingan Proyek Panas Bumi Flores-Lembata di Kampus II IFTK Ledalero, Maumere, NTT, Kamis (23/7).
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra RDW. Manurung bersama jajaran manajemen menghadiri Forum Komunikasi Para Pemangku Kepentingan Proyek Panas Bumi Flores-Lembata di Kampus II IFTK Ledalero, Maumere, NTT, Kamis (23/7).

 

LombokPost – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menegaskan komitmennya membangun komunikasi terbuka dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam pengembangan proyek panas bumi di Flores dan Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Komitmen tersebut disampaikan saat PLN menghadiri Forum Komunikasi Para Pemangku Kepentingan Proyek Panas Bumi Flores dan Lembata yang berlangsung di Kampus II IFTK Ledalero, Maumere, Kamis (23/7).

Forum tersebut mempertemukan pemerintah, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai pihak terkait untuk membahas perkembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko dan PLTP Ulumbu.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra RDW Manurung hadir bersama Vice President Panas Bumi PT PLN (Persero) Kantor Pusat Maternikus Tigor M. Situmorang dan Manager UPP Nusra 3 Agung Triwibowo. Dalam forum tersebut, PLN mendengarkan langsung berbagai pandangan, harapan, masukan, hingga kekhawatiran masyarakat terkait pengembangan energi panas bumi.

Baca Juga: KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, 5 Penumpang Tewas dan Puluhan Korban Masih Dievakuasi

Kegiatan diawali dengan pemaparan perkembangan proyek geothermal di Flores dan Lembata, dilanjutkan pembahasan prinsip Laudato Si’ serta rekomendasi pengelolaan proyek panas bumi yang berkelanjutan.

Vice President Panas Bumi PT PLN (Persero) Kantor Pusat Maternikus Tigor M. Situmorang mengatakan seluruh masukan yang disampaikan dalam forum menjadi bahan evaluasi penting bagi PLN.

“Pengembangan panas bumi memerlukan kolaborasi dan komunikasi berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan. Setiap masukan yang kami terima menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai ketentuan, memperhatikan aspek lingkungan dan sosial, serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Manager UPP Nusra 3 Agung Triwibowo menilai komunikasi yang berkelanjutan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran pengembangan PLTP Ulumbu.

Baca Juga: Tunggakan PBB Tembus Rp 20 M, BKD Mataram Rencanakan Pemutihan untuk Warga Miskin

Menurutnya, PLN akan terus membuka ruang dialog agar setiap isu maupun pertanyaan yang berkembang di masyarakat dapat dijawab secara terbuka berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Di akhir forum, General Manager PLN UIP Nusra RDW Manurung menegaskan bahwa dialog dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam setiap tahapan pengembangan proyek panas bumi.

“Kami hadir untuk mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi, masukan, maupun kekhawatiran yang berkembang di masyarakat. Setiap pandangan menjadi bahan evaluasi bagi PLN agar pengembangan panas bumi dapat berjalan lebih baik, transparan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Manurung menambahkan, keberhasilan pengembangan panas bumi tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan membangun kepercayaan dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat.

Baca Juga: Kayla Tanisha Putri, Siswi SMAK Kesuma Mataram Lolos GBN 2026 Tampil di Istana Negara

Ia menjelaskan, PLN terus mengedepankan komunikasi terbuka melalui berbagai sosialisasi, Forum Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan (FPIC), dialog dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, masyarakat adat, hingga pertemuan di rumah-rumah adat.

“Pengembangan energi panas bumi harus berjalan selaras dengan perlindungan lingkungan, penghormatan terhadap nilai sosial budaya, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

PLN UIP Nusra memastikan akan terus menjalankan seluruh tahapan pengembangan proyek sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus memperkuat komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendukung pengembangan energi bersih yang berkelanjutan di Flores dan Lembata.

Editor : Marthadi
Panas bumi Flores Geothermal Flores Lembata PLTP Ulumbu PLTP Mataloko PLN UIP Nusra