Menghormati Tetangga: Jalan Menuju Keberkahan Hidup

Kimda Farida • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 10:42 WIB
Memuliakan tetangga bukan hanya dengan memberikan bantuan materi
Memuliakan tetangga bukan hanya dengan memberikan bantuan materi

 

LombokPost--"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

 

Pembaca yang dirahmati Allah SWT. Segala puji hanya milik Allah SWT yang telah menjadikan manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan. Salawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan terbaik dalam membangun hubungan yang harmonis dengan sesama, termasuk dengan para tetangga.

Di tengah kehidupan modern saat ini, hubungan antartetangga semakin memudar. Tidak sedikit orang yang mengenal teman di media sosial, tetapi tidak mengenal siapa yang tinggal di rumah sebelahnya. Padahal, Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap hak-hak tetangga.

Allah SWT berfirman: "Sembahlah Allah SWT dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat, tetangga yang jauh..." (QS. An-Nisa': 36).

Ayat ini menunjukkan bahwa setelah perintah bertauhid, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk berbuat baik kepada sesama, termasuk kepada tetangga. Hal ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan tetangga dalam ajaran Islam.

Rasulullah SAW juga bersabda: "Jibril terus-menerus berpesan kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga, hingga aku mengira bahwa tetangga akan dijadikan sebagai ahli waris."

(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Baca Juga: Polres Lotim Raih Predikat A Pelayanan Prima, Terbaik

Hadis ini menggambarkan betapa seringnya Malaikat Jibril mengingatkan Rasulullah SAW tentang pentingnya menghormati dan memuliakan tetangga. Walaupun tetangga tidak menjadi ahli waris, hak-haknya sangat dijaga dalam Islam.

Dalam hadis yang lain Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Memuliakan tetangga bukan hanya dengan memberikan bantuan materi, tetapi juga dengan menjaga lisan, tidak mengganggu kenyamanan mereka, saling memberi salam, menjenguk ketika sakit, membantu saat mengalami kesulitan, serta ikut merasakan kebahagiaan dan kesedihan mereka.

Sebaliknya, Rasulullah SAW memberikan peringatan keras kepada orang yang menyakiti tetangganya: "Demi Allah,tidak beriman! Demi Allah, tidak beriman! Demi Allah, tidak beriman!" Para sahabat bertanya, "Siapakah itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya." (HR. al-Bukhari).

Hadis ini bukan berarti mengeluarkan seseorang dari Islam, tetapi menunjukkan bahwa kesempurnaan imannya berkurang karena masih menyakiti tetangganya. Menghormati tetangga juga menjadi pondasi terciptanya masyarakat yang damai, saling percaya, dan penuh kepedulian. Lingkungan yang baik akan melahirkan keluarga yang tenteram, anak-anak yang tumbuh dengan nilai-nilai kebersamaan, serta masyarakat yang kuat menghadapi berbagai persoalan.

Mari kita mulai dari hal-hal sederhana: menyapa dengan ramah, membantu ketika dibutuhkan, tidak membuang sampah sembarangan, tidak membuat kebisingan yang mengganggu, menjaga keamanan lingkungan, serta saling mendoakan dalam kebaikan.

Baca Juga: Jorge Martin Siap Gas di MotoGP Inggris, Pemuncak Klasemen Bidik Awal Sempurna Paro Kedua Musim

Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba yang mampu menjaga hak-hak tetangga, menebarkan kasih sayang, dan menghadirkan keberkahan di lingkungan tempat tinggal kita.

Wallahu A'lam bi al-Ṣawab. (*)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Memuliakan Tetangga Tetangga dalam Islam Akhlak Islam Hadis Rasulullah