LombokPost - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) memastikan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar. Pada tahap pembangunan infrastruktur pendukung, sekitar 77 persen tenaga kerja yang terlibat merupakan warga lokal.
Keterlibatan tenaga kerja lokal tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan manfaat ekonomi di samping memperkuat pasokan listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) di Pulau Flores. Warga setempat dilibatkan dalam berbagai bidang pekerjaan, mulai dari konstruksi, pengawasan, administrasi hingga pekerjaan pendukung lainnya sesuai kompetensi yang dimiliki.
Salah seorang tenaga kerja lokal, Anjelina Tay mengaku bersyukur dapat bergabung dalam proyek pengembangan PLTP Mataloko. Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya membantu meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga memberi kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
“Saya bersyukur mendapat kesempatan bekerja di proyek ini. Selain membantu memenuhi kebutuhan keluarga, saya juga bangga karena bisa ikut terlibat membangun daerah sendiri,” ujarnya.
Baca Juga: Kunci Sukses Tuan Rumah PON 2028, Tidak Ada Tumpang Tindih Peran
Hal senada disampaikan Alvin Menge yang bertugas sebagai supervisor pengawasan pembangunan infrastruktur PLTP Mataloko. Ia menilai keberadaan proyek tersebut memungkinkan tenaga kerja lokal mengembangkan kompetensinya tanpa harus meninggalkan kampung halaman.
“Saya merasa ilmu yang saya miliki bisa dimanfaatkan di kampung halaman sendiri. Harapan saya, semakin banyak anak muda Ngada yang dapat bekerja sesuai kompetensinya tanpa harus merantau keluar daerah,” katanya.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra RDW Manurung mengatakan keterlibatan masyarakat lokal menjadi salah satu fokus dalam pengembangan PLTP Mataloko. Menurutnya, keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga manfaat yang dirasakan masyarakat sekitar.
“Keberhasilan sebuah proyek tidak hanya diukur dari pembangunan infrastrukturnya, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, kami berkomitmen memberikan ruang bagi tenaga kerja lokal untuk berkontribusi sesuai kompetensi yang dimiliki,” ujarnya.
Baca Juga: Geger! WNA Asal Afrika Selatan Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah Sewaan Kuta Lombok Tengah
Manurung menambahkan, keterlibatan tenaga kerja lokal juga menjadi upaya PLN dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sekitar wilayah proyek. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga berperan aktif dalam proses pengembangannya.
Melalui pengembangan PLTP Mataloko, PLN UIP Nusra berharap pemanfaatan energi panas bumi dapat memperkuat bauran energi bersih di Flores sekaligus membuka peluang ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Editor : Marthadi