LombokPost – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) berhasil melakukan energize Gardu Induk (GI) 150 kV Naibonat berkapasitas 60 MVA di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Energize dilakukan Senin (31/8/2026) pada Bay Interbus Transformer (IBT) 60 MVA 150/70 kV. Proses tersebut dilakukan dengan memberikan tegangan 70 kV atau backfeeding dari GI 70 kV eksisting menuju trafo IBT 150/70 kV.
Pengoperasian GI tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan untuk memperkuat sistem kelistrikan di Pulau Timor.
Manager UPP Nusra 3 Agung Triwibowo mengatakan GI 150 kV Naibonat memiliki posisi strategis dalam sistem penyaluran listrik di Pulau Timor.
Baca Juga: Deki Zulkarnaen, Delegasi Indonesia di World Diplomacy Forum 2026
"Gardu Induk 150 kV Naibonat memiliki peran strategis karena menjadi salah satu penghubung antara pusat-pusat pembangkit yang berada di sisi barat Pulau Timor dengan pusat-pusat beban di berbagai wilayah Pulau Timor," kata Agung.
Menurut dia, keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem penyaluran listrik sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Energize GI 150 kV Naibonat melibatkan sejumlah unit PLN, yakni PLN UPT Kupang, PLN UP2B NTT, PLN ULTG Kupang, PLN Pusmanpro UPMK II, serta mitra pelaksana PT Citramasjaya Teknikmandiri.
Dengan beroperasinya GI tersebut, PLN berharap keterbatasan penyaluran daya dari pusat pembangkit menuju pusat beban dapat dikurangi. Infrastruktur ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Pulau Timor.
Baca Juga: Jelang MotoGP Mandalika 2026, Puma Jatanras Polda NTB Petakan Titik Rawan Gangguan Kamtibmas
General Manager PLN UIP Nusra RDW. Manurung mengatakan keberhasilan energize tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berjalan sesuai standar.
"Kami terus memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai standar sehingga infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat," ujar Manurung.
Pascaenergize, PLN UIP Nusra akan melanjutkan proses pengurusan Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk sistem Bay IBT 60 MVA 150/70 kV.
PLN juga masih menyelesaikan pengujian dan pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Panaf-Naibonat. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam sistem penyaluran daya dari PLTU Timor 1 menuju sistem kelistrikan Pulau Timor.
Baca Juga: Selamat Datang Princess Victoria, Pemprov NTB Perkuat Kerja Sama dan Komitmen Pembangunan Berkelanju
Manurung menegaskan penguatan infrastruktur transmisi tersebut diharapkan berdampak pada peningkatan keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Timor.
"Keberhasilan energize ini menjadi upaya PLN memperkuat infrastruktur transmisi dan meningkatkan keandalan pasokan listrik untuk mendukung aktivitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan di Pulau Timor," pungkasnya.
Editor : Marthadi