Antisipasi Gempa di Proyek PLTP Ulumbu, PLN Latih Personel Tetap Sigap

Marthadi • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 15:12 WIB
Team Leader Keselamatan, Kesehatan Kerja, Lingkungan, dan Keamanan UPP Nusra 2 Didik Agus Sudarwanto (kiri) memberikan pemaparan mengenai prosedur tanggap darurat gempa bumi kepada personel di Site Project PLTP Ulumbu Unit 5, sebagai bagian dari rangkaian simulasi kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
Team Leader Keselamatan, Kesehatan Kerja, Lingkungan, dan Keamanan UPP Nusra 2 Didik Agus Sudarwanto (kiri) memberikan pemaparan mengenai prosedur tanggap darurat gempa bumi kepada personel di Site Project PLTP Ulumbu Unit 5, sebagai bagian dari rangkaian simulasi kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

 

LombokPost – Gempa bumi menjadi salah satu risiko yang harus diantisipasi dalam pekerjaan di proyek pembangkit. Untuk memastikan personel tidak panik dan mampu bertindak sesuai prosedur, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menggelar simulasi tanggap darurat gempa bumi di Site Project Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5 berkapasitas 20 MW.

Simulasi dilaksanakan melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 2 dengan fokus menguji kesiapan personel dalam menghadapi kondisi darurat. Mulai dari perlindungan diri saat gempa, penghentian aktivitas kerja secara aman hingga proses evakuasi menjadi bagian dari skenario latihan.

Materi simulasi juga mencakup prosedur keselamatan bagi operator alat berat. Operator dilatih menghentikan operasi dan memastikan alat berada dalam posisi aman dengan tetap memperhatikan potensi longsor maupun jatuhan material.

Team Leader Keselamatan, Kesehatan Kerja, Lingkungan, dan Keamanan UPP Nusra 2, Didik Agus Sudarwanto mengatakan simulasi penting untuk memastikan seluruh personel memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.

Baca Juga: Jaksa Dalami Calon Tersangka Dugaan Korupsi Dana UDD PMI Lombok Barat

“Setiap personel harus mengetahui apa yang harus dilakukan, ke mana harus melakukan evakuasi, serta bagaimana bertindak tanpa menimbulkan risiko tambahan. Simulasi ini menjadi sarana untuk melatih respons tersebut sekaligus mengevaluasi kesiapan kita di lapangan,” kata Didik.

Menurutnya, penanganan kondisi darurat tidak berhenti setelah proses evakuasi. Personel juga diberikan pemahaman mengenai pertolongan awal dan tindakan setelah gempa berhenti.

Termasuk kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan serta pemeriksaan potensi bahaya lanjutan, seperti gangguan kelistrikan dan titik api.

Manager UPP Nusra 2 Avianda Edwin Fachruddin mengatakan kesiapan menghadapi kondisi darurat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Baca Juga: WTA Finals 2027-2029 Punya Rumah Baru, Charlotte Resmi Jadi Tuan Rumah

“Pekerjaan di lapangan memiliki potensi risiko yang harus diantisipasi sejak awal. Melalui simulasi ini, kami menguji kesiapan personel dan prosedur agar ketika kondisi darurat terjadi, setiap orang memahami perannya dan dapat merespons secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Avianda.

Sementara itu, General Manager PLN UIP Nusra RDW Manurung menegaskan keselamatan menjadi prioritas dalam setiap tahapan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

“Prosedur keselamatan tidak cukup hanya tersedia, tetapi harus dipahami dan mampu dijalankan oleh setiap personel. Simulasi seperti ini penting untuk terus membangun kesiapsiagaan dan budaya K3 yang kuat di lingkungan proyek,” ujar RDW.

Melalui simulasi tersebut, PLN UIP Nusra memperkuat kesiapsiagaan personel sekaligus menguji penerapan prosedur keselamatan di lingkungan proyek.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya PLTP Ulumbu Unit 5, berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan pengendalian risiko di lapangan.

Editor : Marthadi
simulasi gempa budaya K3 PLTP Ulumbu tanggap darurat PLN UIP Nusra