LombokPost- Jelang MotoGP Mandalika 2026, PLN terus mematangkan dukungan kelistrikan di kawasan event. Tak hanya menyiapkan pasokan daya, PLN juga menghadirkan inovasi Green Mobile Control Room (GCR) berbasis energi surya.
Inovasi tersebut disiapkan PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara sebagai pusat kendali kelistrikan bergerak. Kehadiran Green Mobile Control Room menjadi bagian dari strategi PLN menjaga kelistrikan MotoGP Mandalika tetap andal selama seluruh rangkaian event berlangsung.
Fasilitas tersebut mengusung konsep smart dan green building. Fungsi pusat kendali operasional dipadukan dengan pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi untuk kebutuhan pemakaian sendiri atau auxiliary unit.
Baca Juga: Antisipasi Gempa di Proyek PLTP Ulumbu, PLN Latih Personel Tetap Sigap
General Manager PLN UIK Dwipantara Sujana mengatakan, kesiapan pembangkit dan perangkat pendukung menjadi bagian penting dalam memastikan keandalan listrik selama MotoGP Mandalika 2026.
Menurut Sujana, MotoGP Mandalika bukan sekadar ajang olahraga. Event internasional tersebut juga menjadi momentum untuk menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menggelar kegiatan berskala dunia.
“Karena itu, PLN memastikan dukungan kelistrikan dari sisi pembangkitan dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari keandalan, kesiapan personel, hingga pemanfaatan teknologi untuk memperkuat pengendalian di lapangan,” ujar Sujana.
Baca Juga: KAI Properti Tingkatkan Kesiapan Petugas dan Infrastruktur Keselamatan Pelintasan Sebidang
Kehadiran Green Mobile Control Room sekaligus menjadi bagian dari inovasi PLN dalam menjaga kelistrikan MotoGP Mandalika dengan tetap membawa semangat transisi energi.
Konsep smart diterapkan melalui sistem kendali dan pemantauan operasional yang terintegrasi. Sedangkan konsep green diwujudkan dengan pemanfaatan panel surya untuk menopang kebutuhan energi operasional GCR.
“Kami tidak hanya menjaga listrik tetap menyala, tetapi juga terus menghadirkan inovasi yang lebih ramah lingkungan. GCR ini menjadi salah satu bentuk bagaimana teknologi dan energi surya dapat dipadukan untuk mendukung operasional kelistrikan,” katanya.
Baca Juga: PLN Siapkan Listrik Empat Lapis untuk MotoGP Mandalika 2026
Manager PLN UPK Lombok Doddy Rizqi menjelaskan, Green Mobile Control Room menjadi salah satu perangkat strategis yang ditempatkan di lokasi event. GCR dirancang sebagai pusat kendali operasional mobile. Melalui fasilitas tersebut, pemantauan dan pengoperasian perangkat kelistrikan dapat dilakukan secara terintegrasi.
Dengan sistem itu, kondisi kelistrikan Lombok di lapangan dapat dipantau lebih cepat. Respons terhadap kebutuhan maupun perubahan kondisi operasional pun dapat dilakukan secara terkoordinasi.
“Green Mobile Control Room dirancang sebagai pusat kendali operasional mobile yang memungkinkan pemantauan dan pengoperasian perangkat dilakukan secara terintegrasi,” jelas Doddy.
Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi Dua Kali, Tinggi Kolom Abu Capai 1 Kilometer
Dari sisi pasokan, sistem kelistrikan Lombok saat ini memiliki daya mampu pasok mencapai 412 megawatt (MW). PLN juga memiliki cadangan daya sebesar 79 MW.
Khusus untuk MotoGP Mandalika 2026, PLN menyiapkan pembangkit dengan kapasitas 4 MW. Pembangkit tersebut menjadi bagian dari skema pasokan listrik berlapis yang disiapkan untuk mendukung kebutuhan di lokasi event.
Tak hanya mengandalkan perangkat dan pembangkit, PLN juga memperkuat kesiapan personel. Sebanyak 112 personel PLN UIK Dwipantara disiagakan untuk menjaga operasi dan keandalan pembangkit selama gelaran berlangsung.
Baca Juga: Penyaluran KUR di NTB Tembus Rp 4,82 Triliun
Dengan dukungan pembangkit, cadangan daya, personel, serta Green Mobile Control Room berbasis energi surya, PLN memastikan kesiapan listrik MotoGP Mandalika terus dimatangkan.
Kesiapan tersebut diarahkan untuk mendukung seluruh aktivitas selama MotoGP Mandalika 2026, mulai dari operasional event hingga aktivitas penonton dan tim pendukung. Di saat yang sama, pemanfaatan energi surya menjadi bagian dari langkah PLN menghadirkan dukungan kelistrikan yang lebih ramah lingkungan di Mandalika.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : Lombok Post