LombokPost – Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Atadei 2x5 megawatt (MW) di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), memasuki tahapan baru. PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) mulai menyiapkan infrastruktur pendukung proyek tersebut.
Tahapan itu ditandai dengan penandatanganan kontrak Pekerjaan Penyiapan Infrastruktur yang mencakup access road, wellpad, dan Water Supply System, Selasa (8/9).
Kontrak ditandatangani Hendra Fitria selaku leader konsorsium PT PLN Nusantara Power Construction dan PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi sebagai kontraktor pelaksana.
Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan akses menuju lokasi proyek, penyiapan area wellpad untuk mendukung pengembangan sumur panas bumi, serta pembangunan sistem penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan kegiatan di area proyek.
Baca Juga: Dukungan untuk Hadi Gunawan Semakin Solid, Pimpin DPD Demokrat NTB
Penyiapan infrastruktur menjadi tahapan penting sebelum pengembangan PLTP Atadei berlanjut ke tahap berikutnya. Akses yang memadai dibutuhkan untuk mendukung mobilisasi personel, peralatan, dan material menuju lokasi proyek.
Sementara itu, kesiapan area wellpad diperlukan untuk menunjang pengembangan sumur panas bumi. Water Supply System disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air selama kegiatan pembangunan berlangsung.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra RDW. Manurung mengatakan, penyiapan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memastikan pengembangan PLTP Atadei berjalan terencana dan terintegrasi.
"Penyiapan akses, wellpad, dan sistem penyediaan air merupakan bagian penting dalam mendukung kelanjutan pengembangan PLTP Atadei. Infrastruktur dasar ini perlu disiapkan dengan baik agar tahapan pekerjaan berikutnya dapat berjalan sesuai rencana dan memenuhi aspek keselamatan maupun standar teknis yang ditetapkan," ujar Manurung.
Baca Juga: Rinjani Masih Dilahap Api, 1.098,75 Hektare Terdampak Kebakaran hingga Lereng Utara Sangkareang
Menurutnya, pengembangan panas bumi membutuhkan koordinasi dan dukungan berbagai pihak, terutama pemerintah daerah dan masyarakat di sekitar wilayah proyek.
"PLN terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan dalam setiap tahapan pembangunan. Kami berharap dukungan dan kolaborasi yang telah terbangun dapat terus dijaga sehingga pengembangan potensi panas bumi Atadei dapat memberikan manfaat bagi sistem kelistrikan sekaligus masyarakat di Kabupaten Lembata," tutupnya.
Pengembangan PLTP Atadei merupakan bagian dari upaya PLN meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan di NTT. Pemanfaatan potensi panas bumi di Lembata diharapkan mendukung diversifikasi sumber energi sekaligus memperkuat ketahanan sistem kelistrikan di wilayah tersebut.
Editor : Marthadi