LombokPost - Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 mencatat sejarah baru. Bukan hanya soal balapan, tapi dampak ekonomi yang membuat NTB makin mendunia di tangan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal.
Data resmi Kementerian Pariwisata mencatat, MotoGP Mandalika 9-11 Oktober 2026 menembus 157.875 penonton selama tiga hari, tertinggi sejak Indonesia kembali jadi tuan rumah pada 2022.
Hari pertama 39.510 orang, hari kedua 53.296, dan puncak Minggu 65.069 penonton, angka ini naik 12,5 persen dibanding 2025 yang 140.324 penonton.
Baca Juga: Okupansi Hotel Mataram Didominasi Tamu Domestik Selama MotoGP Mandalika
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Dirut InJourney Maya Watono, dan Gubernur NTB menyebut multiplier effect tahun ini diperkirakan mencapai Rp 5 triliun.
Angka ini melengkapi kajian Bappenas tahun sebelumnya yang mencatat dampak nasional Rp 2,7 triliun hingga Rp 4,7 triliun per tahun.
Efeknya langsung terasa, okupansi hotel di kawasan Mandalika 100 persen, Lombok Tengah dan Kota Mataram 90 persen. InJourney Airports mencatat tambahan 66 penerbangan di Bandara Lombok untuk angkut penonton.
Baca Juga: Ruben Amorim Balik Kucing ke Formasi Andalannya, Pemain AC Milan Harus Sesuaikan Diri
Yang paling dibanggakan Gubernur Iqbal adalah ekonomi rakyat kecil yang ikut naik. Sebanyak 3.000 tenaga kerja lokal dan 600 UMKM dilibatkan.
Bahkan 134 UMKM masuk Bazar Mandalika dan 500 UMKM lagi di Lombok Sumbawa Festival.
Di lapangan, omzet pedagang meledak. Pedagang tenun di bazar mengaku meraup Rp 9 juta dalam tiga hari. Penjual Cendol 18 mengaku omzet Sabtu-Minggu tembus Rp 11 juta. Pedagang lain dengan modal awal Rp 2 juta bisa dapat Rp 10 juta hanya dua hari jualan.
Baca Juga: Tiga Gol Skema Set Piece Sudah Koyak Gawang AC Milan, PR Besar Skuad Ruben Amorim
Bahkan nelayan ikut kebanjiran order. Serikat Nelayan Independen NTB mencatat pesanan ikan dari hotel melonjak 10 kali lipat, dari rata-rata 50 kg menjadi 500-600 kg per hotel per hari. Lobster yang biasanya dikirim ke Jakarta, selama MotoGP habis terserap hotel Senggigi dan Mandalika.
Ini tak lepas dari kebijakan Gubernur Iqbal pada 6 Oktober yang menginstruksikan hotel memprioritaskan tangkapan nelayan lokal.
Baca Juga: AC Milan Belum Kalah di Serie A Italia, tapi juga Belum Tampil Meyakinkan
Menpora Erick Thohir yang hadir langsung di sirkuit menegaskan, dampak ini nyata.
"Penonton tembus 157 ribu orang, dan ini membuktikan event olahraga bisa menghasilkan keekonomian nyata. Tingkat kemiskinan di sekitar Mandalika turun hampir 3 persen. Pak Gubernur happy, masyarakat happy," kata Erick.
Gubernur Iqbal menjadikan MotoGP bukan sekadar 3 hari balapan, tapi momentum.
Baca Juga: AC Milan Belum Kalah di Serie A Italia, tapi juga Belum Tampil Meyakinkan
"Dulu untuk ngecat sirkuit harus bule-bule. Sekarang 100 persen orang lokal. Dulu marshal asli Lombok itu minoritas. Sekarang mereka bahkan dipakai di Sepang Malaysia dan Formula E Jakarta," kata Iqbal.
Seluruh volunteer dan marshal 2026 adalah putra NTB hasil pembinaan ITDC.
Bagi Iqbal, Mandalika bukan hanya sirkuit, tapi identitas NTB yang menampilkan UMKM, budaya, dan museum.
Jika saat MotoGP bisa bersih, terang, dan nyaman, maka harus dipertahankan setahun penuh. Dengan strategi ini, MotoGP diharapkan bukan hanya katalis 3 hari, tapi penggerak ekosistem pariwisata NTB sepanjang tahun.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Lombok Post Online