LombokPost - Lumpur pekat pesisir Tanjung Pasir terasa dingin membasahi ujung kaki, berkejaran dengan deru ombak laut utara Tangerang yang terus mengikis tepian daratan. Di antara hamparan tambak dan perahu nelayan yang bersandar lesu, lebih dari seratus pasang tangan sibuk menancapkan bibit-bibit bakau muda ke dalam tanah yang basah.
Pagi itu, aroma asin air laut bercampur dengan riuh tawa dan semangat para sukarelawan yang membungkuk di sela tanaman pesisir. Di balik lanskap pantai yang rentan ancaman abrasi, terbit tekad bersama untuk memulihkan ekosistem sekaligus menguatkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat pesisir yang tinggal di sekitarnya.
Aksi nyata bertajuk "Sayang Bumiku" ini digerakkan oleh kolaborasi Zurich bersama ekosistem jasa keuangan MUFG Group, yang mencakup MUFG Bank Jakarta Branch, Danamon, Adira Finance, dan Home Credit. Sebanyak 1.000 bibit pohon mangrove resmi ditanam untuk memperkuat pertahanan alami pantai, dibarengi aksi bersih pantai dari serbuan sampah.
Inisiatif hijau ini memiliki perhitungan ekologis yang nyata bagi iklim bumi. Saat tumbuh optimal nanti, hamparan mangrove tersebut diperkirakan mampu menyerap sekitar 12,3 ton karbon dioksida per tahun, sekaligus memitigasi dampak abrasi dan perubahan iklim di kawasan pesisir Tangerang.
Baca Juga: KAI Daop 2 Bandung Layani 56.608 Wisatawan Mancanegara Sepanjang Januari hingga Agustus 2026
Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Musi Samosir, menegaskan bahwa ketahanan masyarakat harus dibangun secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. "Di Zurich, kami percaya bahwa membangun ketahanan tidak hanya berarti membantu masyarakat menghadapi risiko hari ini, tetapi juga mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di masa depan," ungkapnya.
"Melalui program Sayang Bumiku, kami ingin menghadirkan dampak berkelanjutan melalui pelestarian lingkungan, peningkatan literasi keuangan, dan penguatan kapasitas komunitas. Kami berharap inisiatif ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta lingkungan sekitar," tutur Musi.
Langkah pelestarian ini dijalankan bergandengan dengan Seasoldier Foundation, organisasi yang konsisten mendampingi warga pesisir Tanjung Pasir sejak tahun 2018. Kolaborasi multisektor dipandang menjadi kunci agar restorasi lingkungan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial sesaat.
Founder sekaligus Executive Director Seasoldier Foundation, Nadine Chandrawinata, menekankan pentingnya sinergi lintas pihak untuk masa depan pesisir. "Restorasi pesisir adalah langkah nyata untuk mengembalikan fungsi alam sekaligus membangun masa depan pesisir yang lebih tangguh dan berkelanjutan," kata Nadine.
"Kegiatan ini membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan ekosistem pesisir dapat pulih, tetap terjaga dan terus memberikan manfaat. Bersama Zurich dan MUFG Group, kami berharap inisiatif ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut mengambil bagian dalam menjaga lingkungan Indonesia," lanjutnya.
Baca Juga: Fikayo Tomori Masih Bisa Jadi Pemain Penting AC Milan
Ketangguhan pesisir tak hanya berhenti pada penanaman bakau, melainkan juga menyentuh ruang kelas dan dapur produksi warga. Melalui rangkaian program ini, Zurich turut menyalurkan perangkat pendidikan untuk mendukung aktivitas belajar di Sekolah Rumpin, sembari memberikan edukasi literasi keuangan kepada warga.
Geliat ekonomi warga pun diperkuat lewat pembagian perlengkapan usaha dan sarana promosi bagi UMKM lokal yang mengolah produk berbasis mangrove. Di Tanjung Pasir, bibit-bibit yang baru tertancap itu kini tumbuh berdampingan dengan harapan baru masyarakat yang kian berdaya menjaga tanah kelahirannya.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Lombok Post