LombokPost – Mengelola emosi menjadi salah satu fokus baru yang krusial dalam pelatihan keselamatan berkendara (safety riding).
Hal ini terungkap dalam pelatihan berkendara dasar yang digelar oleh Main Dealer Astra Motor Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama komunitas motor lokal di Mataram baru-baru ini.
Instruktur Safety Riding bersertifikat PT Astra Motor NTB Satria Wiman Jaya menekankan bahwa mayoritas kecelakaan lalu lintas di jalan raya dipicu oleh ketidakmampuan pengendara dalam mengendalikan emosi.
Baca Juga: Astra Motor NTB Bersama Satlantas Polres Lobar Gelar Edukasi Safety Riding di SMAN 1 Kuripan
Faktor-faktor seperti berkendara terburu-buru tanpa rencana perjalanan, merasa ingin didahulukan, hingga memaksakan diri saat fisik lelah, menjadi pemicu utama perilaku berkendara yang tidak aman.
"Hal basic seperti pengelolaan emosi ini sangat memengaruhi teknik kita berkendara, termasuk cara menarik gas dan mengerem," ujar instruktur dalam pemaparannya.
Pelatihan kali ini secara khusus membedakan dua tujuan utama, yaitu mencegah terjadinya kecelakaan dan menurunkan dampak negatif atau fatalitas akibat kecelakaan.
Rumus Jarak Aman Tiga Detik
Untuk mengantisipasi bahaya akibat dinamika di jalan raya, instruktur membagikan teknik menjaga jarak aman minimal tiga detik dengan kendaraan di depan. Metode ini memanfaatkan benda statis seperti pohon atau tiang lampu sebagai acuan.
Saat kendaraan di depan melewati acuan tersebut, pengendara di belakang mulai menghitung "seribu satu, seribu dua, seribu tiga".
Baca Juga: Astra Honda Motor Kembangkan Budaya Keselamatan Berkendara di Safety Riding Camp 2025
Jika kendaraan baru melewati titik acuan tepat pada hitungan ketiga, maka jarak tersebut dipastikan aman untuk melakukan pengereman mendadak.
Cek Kendaraan Metode "Barelaba"
Selain faktor manusia, Astra Motor NTB juga menyoroti pentingnya pengecekan kendaraan secara mandiri sebelum berkendara guna menghindari kendala teknis di tengah jalan, seperti kasus putusnya sabuk CVT saat turing komunitas. Pengendara diimbau untuk selalu menerapkan pengecekan cepat menggunakan metode Barelaba.
BA (Ban): Memastikan kondisi tapak prima dan tidak kedaluwarsa.
RE (Rem): Memastikan fungsi kampas rem depan dan belakang berfungsi optimal.
LA (Lampu): Memastikan seluruh sistem pencahayaan aktif untuk keselamatan sekaligus menghindari tilang.
BA (Bahan Bakar): Memastikan tangki terisi cukup sesuai rute perjalanan.
Melalui edukasi ini, Astra Motor NTB mengajak seluruh anggota komunitas motor untuk bertransformasi menjadi role model atau panutan berkendara aman bagi masyarakat umum. Pihak Astra Motor NTB juga mengumumkan akan menggelar Kompetisi Regional Safety Riding pada bulan Juni mendatang untuk menyaring perwakilan komunitas pria dan wanita terbaik yang akan dikirim ke tingkat nasional di Jakarta.
Editor : Redaksi Lombok Post Online