Salah satu bentuk kepedulian Astra Motor NTB kepada UMKM diberikan melalui program Income Generate Activity (IGA). Ini Dihajatkan melahirkan UMKM mandiri beromzet jutaan rupiah.
GALIH MEGA PUTRA, Mataram
Sabtu lalu (22/7), Astra Motor NTB mengadakan kegiatan Amazing Pers. Acara ini dikemas dengan agenda touring sekaligus mengeksplor UMKM binaan dalam program IGA Astra Motor NTB.
Start pukul 08.00 Wita di kantor Astra, kalangan media disuguhkan matic-matic premium untuk di geber. Pilihannya, Vario 160 dan Honda ADV. Tujuan pertama touring tersebut adalah UMKM Kerupuk Telur Asin Mong Gelemong, Dasan Cermen. ”Astra pilih UMKM kerupuk telur asin ini karena unik dan masih berada di ring satu perusahaan,”' terang Deasy Natalia, corporate communication, Astra Motor NTB.
Di lokasi ini rombongan disambut sang owner UMKM tersebut, Sriati. Dijelaskan usaha itu berdiri sejak 2020. Bermula dari ide sang anak untuk mengembangkan telur asin olahan. ”Awalnya cuma jual telur asin dari kelompok Mong Glemong dan jual nasi campur,” beber Sriati.
Resep dan cara mengolah kerupuk pun didapat secara otodidak. Dia terus mencari komposisi dan bahan yang pas hingga menciptakan kerupuk telur asin yang gurih dan nikmat.
Sriati memasarkan produknya di toko dan pasar sekitar rumahnya. Namun banyak juga wisatawan yang dating berkunjung langsung. Sejak menjadi UMKM binaan Astra dua bulan lalu, penjualan kerupuknya semakin baik.
Ini tak lepas dari teknik marketing yang didukung Astra. ”Kita di bantu cara pengemasan yang lebih menarik dan memiliki daya jual, selain itu kami juga dibantu modal, pengadaan etalase, neon box atau branding toko,” terang Sriati.
Sriati mengemas produk krupuk matangnya dengan berbagai kemasan. Misalnya, ada kemasan satu kilogram harganya Rp 100.000. Ada lagi kemasan kerupuk mentah setengah kilogram dijual Rp 40.000 dan satu kilogram Rp 80.000
Wanita kelahiran 1971 ini, setiap harinya bisa menghabiskan 800 hingga 1.000 butir telur untuk diolah menjadi kerupuk atau dijual telurnya saja. Perbulannya bisa memproduksi 100 kilogram krupuk. ”Kalau omzet jutaan, tapi angka rata-ratanya gak pernah ngitung karena tidak ada pembukuan,” terangnya.
Berikutnya, dia ingin mengembangkn produknya agar bisa masuk ritel modern dan toko oleh-oleh. ”Kendala utama di modal, tapi semenjak dibina Astra, Alhamdulillah ada perubahan,” katanya.
Touring 'Amazing Pers pun usai di titik pertama. Rombongan media menlanjutkan ke tujuan selanjutnya yakni UMKM kerupuk daun kelor yang ada di desa Batu Putih, Sekotong. (bersambung/r9)
Editor : Galih Mps