LombokPost - Manchester United baru saja menutup musim 2024/2025 sebagai salah satu musim terburuk mereka sepanjang sejarah Liga Inggris.
Dalam situasi kritis itu, mantan pelatih MU, José Mourinho, melontarkan kritik tajam kepada pemilik baru klub, Sir Jim Ratcliffe.
Ia menyebut minimnya pengalaman sepak bola Ratcliffe menjadi salah satu penyebab utama keterpurukan MU.
Komentar itu disampaikan Mourinho dalam wawancara eksklusif bersama Canal 11 Portugal.
Dengan nada sinis, Mourinho menyebut bahwa MU kini menjadi klub yang kehilangan arah karena dikelola oleh sosok yang lebih paham industri daripada lapangan.
“Hari ini, saya pikir dengan pergantian kepemilikan klub, dengan pemilik yang tidak memiliki banyak pengalaman di sepak bola, melainkan hanya di olahraga, banyak hal perlu diubah,” ujar Mourinho seperti dikutip dari Canal 11 dan dikonfirmasi oleh TribalFootball.
Kritik Mourinho terhadap Ratcliffe ini menjadi viral di kalangan suporter, mengingat status Ratcliffe sebagai pemilik minoritas yang kini berkuasa penuh atas pengelolaan sepak bola MU.
Ruben Amorim, dari Pelatih Gagal ke Simbol Harapan?
Mourinho tak berhenti sampai di situ. Ia secara mengejutkan menyebut nama Ruben Amorim, manajer MU saat ini, sebagai "pelatih Manchester United terburuk dalam sejarah Premier League".
Namun anehnya, Amorim tetap mendapatkan kepercayaan penuh dari manajemen klub.
“Apa yang terjadi pada Ruben, dari manajer Manchester United terburuk dalam sejarah Liga Inggris menjadi memiliki kontinuitas dan kepercayaan adalah tanda bahwa banyak hal harus dibenahi,” tambah Mourinho, dikutip dari Tribuna.com.
Meski begitu, Mourinho tak menampik bahwa Amorim memiliki kepribadian dan potensi luar biasa.
Ia menyebut keputusan mempertahankan Amorim menunjukkan bahwa klub lebih mementingkan stabilitas ketimbang prestasi instan.
“Kita semua sepakat bahwa Ruben adalah manajer dengan potensi besar dan kepribadian hebat. Ia bisa melakukan pekerjaan yang hebat bila diberi stabilitas.”
Mourinho Sentil Masa Lalu, Soroti Kejatuhan Pasca Ferguson
Dalam wawancara yang sama, Mourinho juga menyinggung masa transisi Manchester United pasca-Sir Alex Ferguson dan David Gill. Ia menyebut bahwa sejak saat itu, klub tak pernah benar-benar stabil secara struktural.
Ia bahkan menyinggung musim di mana MU seharusnya bisa menjuarai Premier League bila aturan Financial Fair Play ditegakkan secara adil.
Mourinho menekankan bahwa keberhasilan tidak bisa datang dari kepemilikan semata, tapi dari pemahaman mendalam tentang sepak bola.
MU Butuh Revolusi, Bukan Sekadar Uang
Mourinho kritik Ratcliffe menjadi peringatan serius bahwa uang saja tak cukup menyelamatkan Manchester United.
Butuh kepemimpinan dengan wawasan sepak bola dan kemampuan membaca dinamika ruang ganti.
Dalam sorotan media internasional seperti Goal.com dan Football365, komentar Mourinho menjadi pembicaraan hangat karena menyentil langsung pusat kekuasaan MU saat ini.
Banyak fans menyuarakan kekhawatiran yang sama, bahwa klub kini dikuasai pebisnis, bukan pencinta sepak bola sejati.
Kata Mourinho: Amorim Punya Potensi, Tapi…
Meski memberikan kredit pada Amorim, Mourinho menegaskan bahwa mempertahankan manajer dengan rekor buruk hanya bisa dibenarkan jika ada strategi jangka panjang dan evaluasi menyeluruh atas struktur klub.
“Banyak hal harus diubah, tapi Ruben bisa berhasil jika semuanya dikerjakan dengan benar,” tegasnya. (***)
Editor : Alfian Yusni