Karirnya di Liga Indonesia dimulai di musim 1997/98 dengan memperkuat klub Persija Jakarta.
Tapi sayang kompetisi dihentikan ketika itu. Mbeng Jean yang masih berusia 19 tahun dengan terpaksa harus kembali ke Prancis.
Liga Indonesia VII 2001 digelar. Penjaga gawang asal Kamerun ini pergi ke Jakarta lagi dengan kembali memperkuat Tim Macan Kemayoran (julukan Persija Jakarta-pen).
Dikesempatan keduanya ini kiper bertinggi badan 185 cm ini ikut membawa Persija Jakarta menjadi kampiun Liga Indonesia untuk pertama kalinya dengan catatan hanya kebobolan 18 gol saja.
Tak berhenti disitu, kiper yang dilahirkan di Yaounde ini juga dikenal dengan kemampuannya menepis tendangan pinalti. Selain itu suaranya yang keras dan lantang menjadi penanda tersendiri dari Mbeng Jean. Selama empat musim
Pasca menjadi juara Liga Indonesia 2004, Persebaya Surabaya ditinggalkan oleh sejumlah pilar-pilar utamanya.
Salah satunya adalah penjaga gawang nasional Hendro Kartiko. Ketika itu pengurus Tim Bajul Ijo bergerak untuk mencari pengganti Hendro demi menyongsong Liga Indonesia 2005. Disaat yang bersamaan datanglah Mambalou Mbeng Jean untuk mengikuti trial di Persebaya.
Trial Mbeng dilakukan di ajang turnamen pramusim bernama Piala Emas Bang Yos 2005. Sepanjang turnamen Mbeng Jean bermain apik dengan mencatatkan tiga kali penampilan, dua kali kebobolan dan tak pernah kalah. Persebaya Surabaya menjadi runner-up Grup B dibawah PSMS Medan. Namun ketika itu hanya juara grup yang diambil menjadi finalis turnamen.
Di saat yang bersamaan Persebaya Surabaya ternyata mendapatkan pinjaman kiper muda berbakat asal China bernama Zeng Cheng dari klub Wuhan Guanggu. Pada akhirnya Mbeng Jean urung dikontrak oleh Persebaya.