LombokPost - Karir Joao Felix di AC Milan bisa dibilang stuck atau tidak berkembang maksimal.
Tak hanya terjadi di AC Milan, hal itu juga berlaku bagi Joao Felix di klub-klub sebelumnya karena kombinasi beberapa faktor.
Berikut adalah alasan-alasan utama yang bikin karir Joao Felix stagnan di AC Milan dan klub sebelumnya:
1. Gaya main Joao Felix yang tidak cocok dengan sistem pelatih.
Di Atletico Madrid, gaya main Joao Felix yang bebas dan seniman bola tidak cocok dengan sistem Simeone yang defensif dan super serangan balik.
2. Faktor mentalitas dan konsistensi Joao Felix juga jadi persoalan.
Joao Felix dianggap kurang memiliki fighting spirit dan ambisi di lapangan.
Skill-nya tinggi, tapi kadang kelihatan seperti tidak mau kerja ekstra keras.
3. Joao Felix kurang kemampuan adaptasi dan attitude-nya juga dipertanyakan.
Joao Felix memiliki momen bagus di beberapa klub, tapi tidak pernah stabil.
4. Joao Felix terlalu sering dipinjamkan sehingga tidak punya stabilitas.
Sebelum bergabung dengan AC Milan, Joao Felix sudah pindah-pindah klub.
Dari Atletico Madrid ke Chelsea, ke Barcelona ke Chelsea, ke Milan. Ini membuat dia tidak memiliki tempat untuk berkembang secara jangka panjang.
5. Ekspektasi terhadap Joao Felix terlalu banyak sejak awal.
Ketika Joao Felix pindah dari Benfica ke Atletico Madrid dengan harga €126 juta, ekspektasinya langsung tinggi.
Tekanan media dan fans terlalu besar bagi dia, dan dia masih terlalu muda untuk mengelola tekanan tersebut.
Sejumlah pihak termasuk AC Milan tempatnya bermain terlahir mengamini bahwa Joao Felix adalah pemain yang penuh talenta.
Tapi belum menunjukkan bahwa dia bisa diandalkan secara mental dan taktik.
Jika tidak berubah, dia akan terus menjadi pemain yang nyaris hebat, bukan bintang sesungguhnya.
Namun begitu, setelah AC Milan memutuskan tak memperpanjang masa peminjaman apalagi membayar tunai harganya, sekarang, dia memiliki peluang bangkit lagi.
Adalah Al Nassr, klub tempat Christiano Ronaldo yang kini meminangnya dengan harga mahal, € 40 juta.
Layak dinanti bagaimana perkembangan Joao Felix di masa mendatang. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic