LombokPost - Pekan pembuka Liga Primer Inggris musim 2025/2026 akan diwarnai momen emosional.
Seluruh stadion di Premier League mengheningkan cipta untuk mengenang Diogo Jota dan adiknya, Andre Silva, yang wafat dalam kecelakaan tragis di Spanyol, awal Juli lalu.
Liverpool mengabadikan Diogo Jota lewat patung permanen di Anfield, terbuat dari ribuan bunga, syal, kartu, dan memorabilia yang ditinggalkan suporter.
Kompos dari bunga-bunga itu akan ditanam di halaman stadion dan fasilitas latihan klub. Klub juga memensiunkan nomor punggung 20 milik Jota dan mengadopsi emblem “Forever 20” di jersey dan jaket pelatih sepanjang musim.
“Di kota ini, kami saling bersaing di lapangan. Tapi saat musibah, kami selalu saling mendukung,” ujar mantan pemain Peter Reid, menegaskan persatuan suporter di tengah duka.
Penghormatan Massal Liga Primer
Pada laga pembuka, semua klub akan memakai ban lengan hitam, menampilkan video tribute, dan melakukan mengheningkan cipta serentak.
Liverpool akan menghadapi Bournemouth dengan tambahan mosaic dari suporter dan simbol “Forever 20” di tribun.
Momen penghormatan serupa telah berlangsung di Community Shield melawan Crystal Palace.
Sayangnya, hening cipta sempat terganggu oleh segelintir suporter lawan, memicu kritik keras dari Virgil van Dijk.
Namun, laga tersebut juga mencatat momen simbolis saat Jeremie Frimpong mencetak gol pada menit 20:20, waktu yang mengacu pada nomor punggung Jota.
Duka yang Menyatukan Klub Dunia
Gondomar SC, klub masa kecil Jota dan Silva, merilis jersey khusus bergambar kedua bersaudara, lengkap dengan simbol infinita.
Jersey ini disebut “lebih dari sekadar kostum,” melainkan lambang kenangan dan emosi.
Menjelang musim baru, pelatih Liverpool Arne Slot dan mantan manajer Jurgen Klopp mengenang Jota sebagai pemain cerdas yang mengubah dinamika tim.
“Dia bukan hanya striker tajam, tapi juga sosok yang memahami permainan lebih dari siapa pun,” ujar Klopp. (***)
Editor : Alfian Yusni