Penyerang asal Inggris ini memutuskan pindah ke Barcelona pada musim panas 2025 dengan status pinjaman, demi menghidupkan kembali kariernya yang meredup.
Ia bahkan rela menerima pemotongan gaji yang signifikan demi memuluskan transfer ke klub barunya.
Keputusan ini menandai berakhirnya sebuah era bagi Rashford di Old Trafford, di mana ia telah menjadi ikon sejak menembus tim utama dari akademi.
Namun, performanya dalam beberapa musim terakhir mengalami penurunan, ditambah dengan persaingan ketat di lini serang Manchester United yang membuat posisinya tidak lagi aman.
Meski sempat menunjukkan kebangkitan saat dipinjamkan ke Aston Villa pada musim 2024/25 dengan mencetak enam gol, peluang Marcus Rashford untuk kembali menjadi pemain inti di Manchester United tetap tertutup.
Situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Barcelona, yang sebelumnya gagal merekrut target utama seperti Nico Williams dan Luis Díaz di bursa transfer musim panas.
Bagi Rashford, tawaran dari Barcelona memberikan janji untuk bermain secara reguler dan kesempatan untuk tampil di Liga Champions.
Selain itu, pengalaman menghadapi rival abadi, Real Madrid, dalam laga El Clásico juga menjadi daya tarik yang tak bisa dilewatkan.
Pilihan Rashford untuk memangkas gaji mencerminkan komitmen penuhnya untuk memulai babak baru dalam karier profesional dan pribadinya.
Setelah dua tahun yang penuh tekanan di Manchester United, kepindahan ke Barcelona dipandang sebagai kesempatan emas baginya untuk membangun kembali reputasinya di panggung sepak bola Eropa.
Dengan dukungan rekan setim berkelas dunia di Barcelona, Marcus Rashford berpeluang besar menjadikan periode ini sebagai kebangkitan kariernya di level tertinggi.
Keputusan ini menunjukkan tekad kuatnya untuk kembali ke performa terbaik, jauh dari bayang-bayang masa sulitnya di Manchester United.
Editor : Redaksi Lombok Post