LombokPost- Arsenal memecahkan rekor pengeluaran mereka dalam satu bursa transfer setelah mendatangkan Eberechi Eze. Total belanja Arsenal kini mencapai lebih dari £260 juta (sekitar Rp 5,2 triliun).
Namun, pekerjaan Arsenal di bursa transfer ini belum selesai. Mereka masih berupaya mendatangkan bek Bayer Leverkusen, Piero Hincapie.
Di balik kesuksesan Arsenal di bursa transfer ini, nama Direktur Olahraga Arsenal, Andrea Berta, menjadi sorotan. Pria asal Italia ini dipuji karena berhasil meningkatkan kualitas skuad asuhan Mikel Arteta dengan cepat, efisien, dan efektif dari segi biaya.
Salah satu bukti kejeniusan Andrea Berta adalah saat ia mengamankan jasa Viktor Gyokeres. Striker yang menjadi top skor Eropa selama dua musim terakhir itu didatangkan dari Sporting CP dengan biaya £64 juta, termasuk bonus.
Angka ini hanya sedikit lebih tinggi dari tawaran Newcastle United sebesar £55 juta yang ditolak Wolves untuk striker Jorgen Strand Larsen. Bandingkan kualitas dan harga keduanya, jelas Andrea Berta telah membuat langkah yang sangat cerdas bagi Arsenal.
Kesuksesan Andrea Berta tidak berhenti di sana. Ia juga berhasil mendapatkan kiper pelapis berpengalaman, Kepa Arrizabalaga bagi Arsenal dengan hanya membayar klausul rilisnya sebesar £5 juta.
Angka ini jauh lebih murah dibanding langkah Manchester City yang harus mengeluarkan £27 juta untuk kiper pelapis, James Trafford.
Di sektor penyerang sayap, Andrea Berta juga dinilai berhasil. Arsenal mendapatkan Noni Madueke dengan biaya awal £48,5 juta.
Harga ini jauh lebih hemat dibanding pemain lain dengan kualitas serupa yang beredar di bursa transfer, seperti Jamie Gittens (£52 juta), Mohammed Kudus (£55 juta), dan Anthony Elanga (£55 juta). Penghematan bagi Arsenal.
Dengan serangkaian transfer yang mengesankan ini, para suporter Arsenal kini melihat sosok Andrea Berta sebagai pahlawan baru di Emirates Stadium. Kejeniusan dan ketajamannya dalam melihat peluang di bursa transfer membuat Arsenal kini memiliki skuad yang lebih dalam dan siap bersaing di level tertinggi.
Editor : Pujo Nugroho