LombokPost - Arsenal kini tengah menghadapi badai cedera yang cukup serius. Terbaru, penyerang andalan mereka, Kai Havertz, dipastikan akan menjalani operasi lutut.
Kabar ini menambah daftar panjang pemain yang harus menepi dari skuad utama Arsenal. Meskipun demikian, pihak klub berharap Kai Havertz tidak akan absen dalam jangka waktu yang lama, melainkan hanya beberapa minggu saja.
Kai Havertz, pemain berusia 26 tahun ini, sempat tampil sebagai pemain pengganti saat Arsenal meraih kemenangan di laga pembuka melawan Manchester United.
Namun, ia harus absen dalam kemenangan telak 5-0 atas Leeds United karena masalah pada lututnya. Manajer Arsenal, Mikel Arteta, sebelumnya sudah mengisyaratkan bahwa timnya butuh lebih banyak waktu untuk menentukan tindakan terbaik bagi cedera yang dialami Kai Havertz.
Absennya Kai Havertz menjadi pukulan telak bagi Mikel Arteta. Situasi ini semakin memperparah kondisi skuad Arsenal yang sudah pincang akibat cedera.
Sejumlah pilar penting Arsenal lainnya juga masih dalam tahap pemulihan, di antaranya winger Bukayo Saka, gelandang Martin Odegaard dan Christian Norgaard, bek Ben White, serta penyerang Gabriel Jesus.
Dengan kondisi ini, satu-satunya penyerang murni Arsenal yang tersedia dan fit adalah Viktor Gyokeres, yang baru saja mencetak dua gol perdananya di Premier League saat melawan Leeds.
Untuk mengatasi krisis pemain depan, Arsenal dengan cepat mengambil langkah. Cedera Kai Havertz mempercepat proses transfer penyerang Inggris, Eberechi Eze, dari Crystal Palace.
Pemain yang ditebus dengan nilai 60 juta poundsterling itu kini telah bergabung dalam sesi latihan bersama Arsenal. Kehadiran Eberechi Eze diharapkan bisa menjadi solusi jangka pendek dan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Kai Havertz serta pemain-pemain yang cedera lainnya.
Tantangan bagi Arsenal semakin berat karena mereka akan menghadapi juara bertahan, Liverpool, di Anfield pada hari Minggu mendatang.
Kedua tim sama-sama memenangkan dua pertandingan pembuka Premier League musim ini. Pertandingan ini akan menjadi ujian berat bagi kedalaman skuad Arsenal dan bagaimana Mikel Arteta meracik strategi tanpa sejumlah pemain kuncinya, termasuk Kai Havertz.
Editor : Pujo Nugroho