LombokPost - Bursa transfer pemain sudah ditutuo, dan AC Milan telah merampungkan kedatangan 10 pemain baru dengan lebih dari 25 pemain lama dilego.
Namun, kini situasi menyisakan potensi ketidakharmonisan, itu setidaknya akan terjadi antara manajemen AC Milan termasuk pelatih Massimiliano Allegri dan pemainnya sendiri Santiago Gimenez.
Sang striker Santiago Gimenez adalah nama panas sepanjang bursa AC Milan yang terus menerus mengalami tarik ulur.
Santiago Gimenez, striker asal Meksiko ini berulang kali menegaskan ingin bertahan dan membuktikan diri bersama AC Milan.
Oleh AC Milan, Santiago Gimenez baru didatangkan tengah musim lalu pada jendela transfer, artinya belum semusim dia berseragam merah hitam.
Tapi di balik keinginannya membuktikan diri, manajemen AC Milan justru berusaha keras melepaskan Santiago Gimenez dengan berbagaibskema.
Alasannya? Santiago Gimenez tidak cocok sama sekali dengan skema pelatih AC Milan saat ini Massimiliano Allegri.
Makin miris, sesaat sebelum laga AC Milan melawan Lecce, Direktur Igli Tare terang-terangan berbicara ke publik, dia ingin menukar Santiago Gimenez dengan Artem Dovbyk dari AS Roma.
Bayangkan, saat itu Santiago Gimenez ada di starting XI AC Milan, tapi jelang laga yang hendak dia mainkan malah disebut akan dilego.
Baca Juga: Jam-jam Krusial untuk AC Milan dan Gelandang Incaran
Entah kebetulan atau tidak, entah berkaitan atau tidak, saat itu performa Santiago Gimenez anjlok, dan menjadi salah satu pemain dengan rating terburuk AC Milan di lapangan.
Sejumlah kalangan menyebutkan mental dan fokus Santiago Gimenez terganggu oleh ucapan petinggi AC Milan Igli Tare.
Tak berselang lama seusai laga, media Italia ramai-ramai memberitakan akhirnya Santiago Gimenez siap hengkang dari AC Milan.
Santiago Gimenez yang awalnya ingin bertahan kini siap meninggalkan Rossoneri AC Milan.
Banyak yang berasumsi Santiago Gimenez merasa dikhianati manajemen AC Milan sehingga akhirnya bersedia pindah.
Tapi masalah tak berhenti sampai di situ, karena bursa transfer sudah mepet, kepindahannya gagal dan dia akhirnya tetap di AC Milan.
Kini Santiago Gimenez harus menjalani hari-hari berat di AC Milan, dilatih pelatih yang tak menginginkan dirinya, di bawah kendali manajemen yang terus mendorong kepergiannya.
Sangat disayangkan, pemain muda dengan potensi sebesar Santiago Gimenez harus diperlakukan tak adil oleh AC Milan.
Baru setengah musim, namun sudah dinilai tak layak bersama AC Milan dan terus hendak dijual.
Kini mari berharap Santiago Gimenez bisa tetap profesional dan menunjukkan dia layak jadi masa depan AC Milan.
Patut diingat, striker AC Milan selain Santiago Gimenez saat ini hanyalah Christopher Nkunku yang baru didatangkan dari Chelsea. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic