LombokPost - AC Milan menata diri menghadapi musim baru Liga Italia Serie A.
Pemain baru didatangkan, pemain lama yang tak masuk skema pelatih AC Milan Massimiliano Allegri dilego.
Perubahan paling banyak tampak pada sisi lini tengah AC Milan.
Nama-nama baru semisal Luka Modric, Samuele Ricci, Ardon Jashari, hingga Ardien Rabiot didatangkan.
Lini yang paling sedikit berubah praktis lini serang yang hanya kedatangan Christopher Nkunku.
Sedikitnya pembaruan di lini depan bukanlah karena AC Milan puas dengan komposisi saat ini, namun lebih pada kegagalan manajemen mendapatkan nama-nama incaran.
Striker murni utama dan satu-satunya AC Milan saat ini Santiago Gimenez bukanlah tipe pelatih Massimiliano Allegri.
Secara karakteristik, pelatih AC Milan Massimiliano Allegri menyukai striker yang memiliki kemampuan fisik kuat, mampu memenangkan bola di udara dan darat, serta bisa menjaga penguasaan bola (keeping ball).
Baca Juga: Grazie Ismael Bennacer, Fans AC Milan Tak Akan Lupa Denganmu
Sedangkan karakteristik Santiago Gimenez sang striker AC Milan adalah kecepatan, kecerdasan bergerak di kotak penalti, namun lebih mengandalkan keterampilan daripada agresi fisik.
Santiago Gimenez tak pandai keeping bola seperti kesukaan Massimiliano Allegri.
Saat ini, Allegri tampaknya lebih condong ke formasi 3-5-2 dj AC Milan.
Tampaknya duet Rafael Leao dan Christian Pulisic yang akan rutin menghiasi lini depan skuad AC Milan, bukan Santiago Gimenez.
Sedangkan Christopher Nkunku yang serba bisa di semua posisi penyerang, juga bisa mengganggu susunan pemain, menambah ketatnya persaingan di lini depan AC Milan.
Jika penampilan Christian Nkunku mencerminkan level yang pernah ia tunjukkan di Leipzig, hampir pasti dia membuat situasi Santiago Gimenez, striker yang seolah tak diinginkan AC Milan semakin terpinggirkan. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic