LombokPost - AC Milan belum berhasil mencapai kesepakatan dengan Divock Origi terkait pemutusan kontraknya.
Awal musim panas lalu, Divock Origi yang merupakan striker Belgia itu sempat terlihat di Casa Milan untuk membicarakan kemungkinan putus kontrak lebih cepat dengan manajemen AC Milan, tapi negosiasi terhenti.
Divock Origi menolak menerima kompensasi pemutusan kontrak yang diajukan AC Milan, sehingga ia masih terikat sampai Juni 2026.
Gaji Divock Origi di AC Milan mencapai € 4 juta bersih per tahun, angka yang terbilang cukup tinggi bagi klub.
Jika kontrak Divock Origi diputus, AC Milan bisa menghemat lebih dari € 5 juta karena merupakan total gaji bruto + pajak.
Untuk saat ini, Divock Origi, sang striker AC Milan tetap bertahan dan terikat dengan aturan pajak Italia yang mewajibkannya bermukim di Italia dalam periode tertentu.
Sebelumnya sempat juga muncul opsi memanfaatkan peran Divock Origi, dengan mengembalikannya ke skuad inti AC Milan.
Toh, saat ini AC Milan hanya memiliki satu striker murni, yakni Santiago Gimenez.
Namun hal itu tak pernah benar-benar terjadi, Divock Origi tetap bertahan di AC Milan meski kini tak pernah dimainkan.
Baca Juga: Menanti Duet Mau Rafael Leao dan Christopher Nkunku di Lini Serang AC Milan
Upaya menuangkannya juga tak berjalan mulus, tak banyak klub yang sanggup mengikuti permintaan gaji Divock Origi seperti yang didapat di AC Milan.
Mungkin hanya beberapa klub elit Eropa atau klub kaya Arab Saudi yang mampu, masalahnya Divock Origi sang pemain AC Milan itu tak diminati.
Walhasil, kemungkinan dia tetap akan bertahan di AC Milan, menikmati gajinya yang besar, dengan tak bermain sekali pun semusim kedepan. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic