LombokPost - Arne Slot sudah menunjukkan caranya meredam amarah pemain Liverpool yang kecewa. Bahkan, teknik yang dipakainya dianggap “sangat berharga” dalam dunia sepak bola modern.
Manajer Liverpool, Arne Slot, pekan lalu mengungkapkan bagaimana Federico Chiesa merasa frustrasi usai dicoret dari skuad Liga Champions.
Pemain berusia 27 tahun itu harus merelakan tempatnya diberikan kepada talenta muda 17 tahun, Rio Ngumoha.
Padahal, Chiesa bukan tanpa kontribusi. Ia mencetak gol penting di laga pembuka Premier League melawan Bournemouth, Agustus lalu.
Namun, sepanjang empat pertandingan pertama liga, menit bermainnya bahkan tak sampai 50 menit. Situasi yang membuat sang juara Euro 2020 merasa dipinggirkan.
Slot tak menutup mata soal rasa kecewa pemain Liverpool ini. Sang pelatih asal Belanda menyebut, “Tidak dimainkan saja sudah berat, apalagi tidak masuk skuad.
Saya hanya menjelaskan alasan di balik keputusan itu. Tentu saja dia tidak senang, tapi dia memberi jawaban yang tepat: siap membantu tim di liga dan di piala.”
Slot menegaskan, jawaban saja tidak cukup. Ia menilai sikap Chiesa di lapangan latihan lebih penting.
“Meski kecewa, dia tetap bekerja keras untuk siap di pertandingan berikutnya,” kata Slot. Dengan begitu, konflik potensial di ruang ganti bisa diredam sejak dini.
Bagi Slot, ini bukan pengalaman baru. Mantan anak asuhnya di Feyenoord, Cyriel Dessers, pernah mengalami situasi serupa.
Saat itu, sang top skor dicadangkan demi Bryan Linssen. Dessers masuk dengan sikap buruk, tapi kemudian diubah total lewat obrolan singkat di bus tim.
“Setelah pertandingan, dia duduk di sebelah saya di bus. Bukannya marah, dia bicara dengan tenang. Dia bilang mengerti perasaan saya, lalu menjelaskan alasannya. Saya langsung merasa lega,” kenang Dessers.
Hal Itu, kata dia bukti bahwa Arne Slot bukan cuma manajer bagus, tapi juga manusia yang punya empati.
Kisah ini menjadi cermin bagaimana Arne Slot akan menangani pemain Liverpool yang tidak bahagia. Empati, komunikasi, dan kejujuran jadi senjata utamanya.
Kini ujian lebih besar menanti. Liverpool akan memulai perjalanan di Liga Champions dengan menjamu raksasa Spanyol, Atletico Madrid, di Anfield pada Rabu dini hari.
Slot tentu membutuhkan semua pemainnya, termasuk Federico Chiesa, untuk tetap siap tempur meski sempat jadi korban keputusan sulit.
Dalam dunia sepak bola yang keras, empati seorang manajer sering terlupakan.
Namun, Arne Slot sudah membuktikan bahwa ia punya cara berbeda dalam mengelola pemain Liverpool yang kecewa. Dan itu bisa menjadi kunci sukses The Reds musim ini. (***)
Editor : Alfian Yusni