Meski baru sebulan direkrut, striker asal Spanyol ini sudah mulai menguasai beberapa kata dalam bahasa Indonesia, bahkan sempat menyapa wartawan dengan fasih.
“Selamat malam, kiri, bagus,” begitu ucap Jose Enrique ketika ditanya soal perkembangan belajarnya dilansir JawaPos.Com.
Bagi Jose, menguasai bahasa Indonesia adalah langkah krusial untuk membangunChemistry dengan rekan-rekan setim.
Ia menyadari bahwa komunikasi yang baik di lapangan akan berdampak positif pada performa tim.
"Baru beberapa kata saja yang saya kuasai. Tapi saya ingin belajar lebih banyak,” kata Jose.
"Tentu akan lebih mudah berbicara memakai bahasa dengan rekan satu tim. Saya terus belajar setiap hari, dan di masa depan semoga bisa lebih lancar,” terangnya.
Pemain berusia 29 tahun ini merasa beruntung karena proses adaptasinya berjalan lancar. Dukungan penuh dari jajaran pelatih, staf, hingga sesama pemain membuatnya merasa nyaman. “Pemain yang datang dari negara lain memang butuh perlindungan. Saya mendapat banyak bantuan dari pelatih, staf, hingga rekan satu tim. Jadi adaptasi saya lebih mudah,” jelasnya.
Jose juga mengaku betah membela tim berjuluk Macan Putih tersebut. Ia merasa sudah menjadi bagian dari keluarga besar Persik Kediri.
“Saya sangat senang. Saya tahu semua rekan setim. Dalam setiap latihan, kami berbicara soal apa yang kami sukai, apa yang tidak, sampai hal-hal di pertandingan,” pungkasnya. Keseriusan Jose dalam beradaptasi dan membangun hubungan personal dengan timnya menjadi sinyal positif bagi masa depan Persik Kediri di kompetisi.(*)
Editor : Redaksi Lombok Post