LombokPost - Mantan kiper Juventus Gianluigi Buffon menceritakan kisahnya kalah berhadapan dengan AC Milan pada final Liga Champions 2003.
Dikatakan Gianluigi Buffon, pada partai final itu, para pemain Juventus dan AC Milan awalnya bersiap untuk masuk ke lapangan.
"Aku berdiri di sampingnya, Paolo Maldini, sang kapten (AC Milan)," kenang kiper legendaris itu.
Baca Juga: Bikin Geleng Kepala, Markas AC Milan Nyaris Kosong Melompong Karena Hal Ini
Saat itu Gianluigi Buffon berkata halo pada Paolo Maldini, dia senang akan pertemuan dengan kapten AC Milan itu di final.
"Hari ini indah sekali, para suporter di Manchester luar biasa," lanjut Gianluigi Buffon.
“Halo Gigi. Tapi hal yang paling indah adalah hari ini, masing-masing dari kita mewakili seluruh negeri,” jawab Paolo Maldini pada Gianluigi Buffon.
Baca Juga: Pecah Rekor, AC Milan Jadi Tim yang Pemainnya Paling Banyak Dipanggil Timnas
Kedua pemain itu lantas berjalan mendekati trophy, sesaat memasuki lapangan tempat partai Juventus vs AC Milan dihelat.
Saat itu, mantan kiper Timnas Italia itu menatap Paolo Maldini, Gianluigi Buffon lantas menyuruh Paolo Maldini menyentuh piala itu.
Namun kapten AC Milan menggeleng dan berkata tidak, dia akan menyentuhnya nanti di akhir.
Gianluigi Buffon tersenyum, “Semoga trofi itu memilihku.” Paolo Maldini membalas, “Tidak, dia akan memilihku.” kiper itu berkata lagi, “Kau akan melihatnya di tanganku.”
Namun akhirnya kita semua tahu, trophy Liga Champions itu tidak memilih Juventus, tetapi AC Milan.
Selepas pertandingan melelahkan melawan AC Milan itu, Gianluigi Buffon lantas duduk dan menangis.
Baca Juga: Leao dan Jaminan 2 Digit untuk Gol dan Assist AC Milan
Bintan Juventus lainnya, Alessandro Del Piero datang menghampiri dan berusaha menenangkannya, menyemangati sang kiper agar tidak menangis, kendati piala si kuping besar akhirnya dimiliki AC Milan.
Tak lama datang kapten AC Milan sekaligus kapten Timnas Italia Paolo Maldini dengan wajahnya penuh kebahagiaan.
“Trofi itu memilihmu, Paolo dan kau pantas mendapatkannya. Selamat,” ujar Gianluigi Buffon.
Baca Juga: Harga Pemain Buangan Chelsea Ini Meroket Bersama AC Milan
Dengan kelas dan ketenangan yang selalu jadi ciri khas kapten AC Milan itu, dia menjawab: "Ya, dia memilihku. Tapi kau juga pantas mendapatkannya. Aku tahu apa yang kau rasakan. Inilah sepak bola, kadang membuatmu tersenyum, kadang membuatmu menangis. Tapi masa depanmu ada di depanmu. Jangan kehilangan harapan. Ingatlah, di balik setiap kekecewaan, selalu tersembunyi sesuatu yang indah," kenang Gianluigi Buffon. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic