LombokPost - Kabar duka datang dari dunia musik nu-metal. Sam Rivers, bassist sekaligus salah satu pendiri Limp Bizkit, meninggal dunia pada 18 Oktober 2025 di usia 48 tahun.
Nama Sam Rivers Limp Bizkit kini memenuhi linimasa para penggemar musik rock dan metal di seluruh dunia.
“Hari ini kami kehilangan saudara, sahabat, dan detak jantung kami. Sam bukan cuma pemain bass, dia adalah jiwa dari setiap lagu,” tulis Limp Bizkit di media sosialnya.
Kabar meninggalnya Sam Rivers Limp Bizkit langsung mengguncang dunia musik. Ia dikenal sebagai sosok kalem di balik gebukan keras band yang lahir dari Jacksonville, Florida, tahun 1994 itu.
Bersama Fred Durst, Wes Borland, John Otto, dan DJ Lethal, Sam menjadi bagian penting dalam melambungkan Limp Bizkit lewat lagu-lagu legendaris seperti Break Stuff, Rollin’, dan My Way.
Detak Jantung di Balik Kemarahan
Bagi banyak orang, Sam Rivers Limp Bizkit bukan sekadar bassist. Ia adalah “the heart and soul” dari band, membuat musik keras mereka terasa punya jiwa.
Permainan bass-nya dikenal ngegroove, berat, tapi tetap rapi dan berkarakter. Dialah yang membuat lagu-lagu Limp Bizkit punya “denyut” yang khas.
“Sam itu detak jantung kami. Dia yang membuat amarah kami tetap terdengar manusiawi,” ujar Fred Durst
Pergi Setelah Pertarungan Panjang
Rivers sempat berjuang melawan penyakit hati dan menjalani transplantasi liver pada 2017 akibat komplikasi alkohol. Ia sempat pulih dan kembali tampil bersama Limp Bizkit pada 2018.
Baca Juga: Comeback Setelah 29 Tahun, Foo Fighters Bikin Jakarta Berguncang: Ini Prediksi Setlist Lengkapnya
Namun, seperti dikutip dari People dan The Guardian, belum ada keterangan resmi soal penyebab kematiannya hingga kini. Band hanya meminta publik menghormati privasi keluarga.
“Sam adalah keajaiban murni. Dia adalah denyut di setiap lagu, ketenangan di tengah kekacauan, dan jiwa di setiap suara,” tulis band dalam pernyataan resmi.
Kematian Sam Rivers Limp Bizkit menjadi pukulan besar bagi generasi 2000-an yang tumbuh bersama musik nu-metal.
Dari MTV hingga panggung festival dunia, Rivers menjadi simbol pemberontakan anak muda, keras, jujur, dan apa adanya.
Rekan-rekan musisi dari Korn, Slipknot, hingga Linkin Park mengungkapkan duka lewat media sosial.
“Tanpa Sam, tidak akan ada groove di Limp Bizkit,” tulis bassist Korn, Fieldy, dalam unggahan Instagram-nya.
Walau telah tiada, Sam Rivers Limp Bizkit meninggalkan warisan yang abadi. Permainan bass-nya akan terus terdengar setiap kali Break Stuff atau My Way diputar.
Dia bukan hanya musisi, tapi bagian dari masa remaja jutaan orang yang tumbuh dengan musik yang keras, jujur, dan penuh emosi.
Selamat jalan, Sam Rivers. Dunia musik kehilangan detak jantungnya. (***)
Editor : Alfian Yusni