Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wasit Final Liga Champions Nilai Liverpool Harusnya Dapat Penalti Lawan Real Madrid di Anfield

Alfian Yusni • Rabu, 5 November 2025 | 06:38 WIB
setelah meninjau tayangan melalui VAR, wasit Istvan Kovacs justru membatalkan pelanggaran dan melanjutkan pertandingan dengan drop ball. (Foto: liverpool.com)
setelah meninjau tayangan melalui VAR, wasit Istvan Kovacs justru membatalkan pelanggaran dan melanjutkan pertandingan dengan drop ball. (Foto: liverpool.com)

LombokPost - Kontroversi besar mewarnai laga Liverpool vs Real Madrid di Liga Champions 2025/2026.

Mantan wasit final Liga Champions, Mark Clattenburg, menilai Liverpool seharusnya mendapat penalti setelah bola mengenai tangan Aurelien Tchouameni di kotak penalti Anfield.

Insiden itu terjadi pada babak pertama ketika tembakan jarak jauh Dominik Szoboszlai membentur tangan Tchouameni yang sedang meluncur untuk memblok bola.

Wasit Istvan Kovacs awalnya memberikan tendangan bebas untuk Liverpool, menganggap pelanggaran terjadi di luar kotak penalti.

Namun, tayangan ulang memperlihatkan bahwa tangan Tchouameni jelas berada di dalam kotak penalti.

Banyak yang mengira keputusan itu akan diubah menjadi penalti untuk Liverpool, tetapi setelah meninjau tayangan melalui VAR, Kovacs justru membatalkan pelanggaran dan melanjutkan pertandingan dengan drop ball.

Keputusan itu memicu kebingungan besar di dalam Anfield, termasuk dari Clattenburg yang menjadi komentator dalam laga tersebut.

“Saya tidak setuju. Menurut saya itu handball, karena tangan Tchouameni membuat tubuhnya lebih besar,” ujar Clattenburg di Amazon Prime Video.

Menurutnya, keputusan awal wasit sudah tepat. “Kalau sudah dinilai handball, dan posisinya di dalam kotak penalti, maka seharusnya penalti untuk Liverpool,” tegasnya.

Sementara itu, UEFA turut memberikan penjelasan resmi atas keputusan tersebut.

 

Dalam pernyataannya, UEFA menyebut bahwa tangan kiri pemain Real Madrid nomor 14 berada dalam posisi alami dan dekat dengan tubuh, sehingga tidak memenuhi kriteria handball.

“Bola memang mengenai tangan kiri pemain Real Madrid, tapi posisi tangan dekat dengan tubuh dan dianggap natural,” bunyi penjelasan UEFA.

Namun, penjelasan itu tetap menimbulkan protes dan kebingungan di kalangan suporter.

Banyak pendukung Liverpool yang menilai keputusan itu merugikan tim tuan rumah, terlebih karena posisi bola dan tangan Tchouameni terlihat jelas di dalam kotak penalti.

Situasi di Anfield pun semakin panas, terlebih ketika Trent Alexander-Arnold, mantan wakil kapten Liverpool, kembali ke stadion lamanya bersama Real Madrid.

Alexander-Arnold bahkan mendapat sorakan saat berjalan ke lapangan untuk pemanasan sebelum laga dimulai.

Dengan hasil ini, kontroversi penalti Liverpool vs Real Madrid kembali menjadi sorotan. Banyak pengamat menilai insiden ini bisa memengaruhi jalannya persaingan di Liga Champions 2025/2026.

Terutama bagi Liverpool yang sedang berjuang menjaga peluang lolos ke babak berikutnya. (***)

Editor : Alfian Yusni
#Liverpool vs Real Madrid #Aurelien tchouameni #liverpool #var #liga champions #real madrid #Istvan Kovacs #penalti