Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Xavi Ungkap Alasan Pemecatan dari Barcelona: Gagal Pertahankan Standar Pemain

Redaksi Lombok Post • Kamis, 13 November 2025 | 23:12 WIB

Ilustrasi Pemain Barcelona
Ilustrasi Pemain Barcelona
LombokPost -- Mantan pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, akhirnya buka suara mengenai alasan utama di balik pemecatannya pada akhir musim ketiganya memimpin Blaugrana.

Secara mengejutkan, Xavi mengklaim bahwa ia kehilangan pekerjaannya sebagai pelatih Barcelona karena membiarkan para pemain mulai menurunkan standar performa dan sikap.

Pengakuan blak-blakan ini disampaikan Xavi saat berbicara di hadapan kelompok mahasiswa, menjadi analisis jujur atas kegagalan kepemimpinannya di klub raksasa Spanyol tersebut.

Xavi mengenang kembali masa awalnya sebagai pelatih Barca, di mana ia memulai dengan tuntutan yang sangat tinggi bagi skuad. Keberhasilan instan sempat diraih, namun menurutnya, mempertahankan intensitas tuntutan itu menjadi kegagalannya.

“Karier saya di sana dimulai dengan tuntutan yang sangat tinggi bagi para pemain dan klub. Mereka datang dari fase di mana tidak banyak yang seperti itu, dan kesalahanku adalah mempertahankan standar yang begitu tinggi hanya untuk satu tahun,” kata Xavi.

Setelah sukses memenangkan gelar, ia mulai melakukan evaluasi diri. "Ketika saya datang, kami memenangkan Liga, Piala Super... Lalu saya bisa menjadi kritis terhadap diri sendiri dan berkata pada diri sendiri: ‘Sial, apa yang terjadi padaku?’”

Mantan gelandang legendaris tersebut secara spesifik menyebut bahwa penurunan standar yang ia lakukan berimbas langsung pada sikap pemain Barcelona.

Menurutnya, para pemain tidak lagi menunjukkan komitmen dan usaha yang sama seperti di awal masa kepelatihannya. Hal ini berujung pada kegagalan tim meraih trofi di musim terakhirnya.

"Saya menurunkan standar tinggi tersebut, dan para pemain tidak lagi memiliki sikap yang sama, rasa hormat yang sama, atau usaha yang sama. Standar tersebut terus menurun hingga pada musim terakhir saya, kami tidak memenangkan apa pun,” ungkap Xavi. Ia menyimpulkan pengalamannya itu sebagai pelajaran berharga.

Saya belajar banyak dari ini. Saya harus melakukan evaluasi diri.” Pengakuan Xavi Hernandez ini memberi perspektif baru tentang dinamika di balik layar klub Barcelona.(*)

Editor : Redaksi Lombok Post
#xavi hernandez #Barcelona