Suwarso menjelaskan bahwa perencanaan suksesi untuk posisi pelatih kepala telah disusun sejak lama sebagai bagian dari tata kelola klub yang berkelanjutan.
Ia berkata kepada Sky Italia: "Saya bekerja sama dengan Cesc. Ia tidak pernah mengatakan ingin pergi. Ia hanya ingin memahami situasinya, tetapi ia tidak pernah meminta untuk bernegosiasi dengan klub lain. Jadi saya tetap tenang." ujarnya.
"Saya baru mengetahui rumor tersebut ketika wartawan bertanya kepada saya. Kami selalu merencanakan musim depan di akhir musim sebelumnya, jadi tidak pernah ada tanda-tanda ia ingin pergi."
Baca Juga: Dua Klub Serie A, Como dan Atalanta, Siapkan Tawaran untuk Kees Smit
Suwarso melanjutkan penjelasannya mengenai pentingnya perencanaan suksesi. "Saya memintanya untuk memikirkan siapa yang bisa menggantikannya suatu hari nanti. Bukan karena saya ingin ia pergi, tetapi untuk bersiap jika terjadi sesuatu yang tidak terduga."
"Itu sama saja dengan yang saya lakukan: saya memilih dan melatih siapa pun yang bisa menggantikan saya. Setiap direktur klub harus melakukan hal yang sama. Penting untuk tidak bergantung hanya pada satu orang."
Ia menekankan bahwa upaya ini adalah bagian dari kerja sama tim. "Bahkan mereka yang telah membawa kami sejauh ini harus membantu kami memahami bagaimana caranya melanjutkan hidup tanpanya. Jadi saya selalu bertanya kepada Cesc:
'Apakah kamu melihat seseorang yang menarik? Adakah yang bisa kamu latih?' Ini adalah upaya tim. Kami berharap momen itu tidak segera datang, tetapi jika itu terjadi, kami akan siap."
Ketika ditanya apakah Fabregas telah memikirkan sosok tertentu, Suwarso menjawab, "Apakah dia sudah memikirkan seseorang? Saya selalu bertanya kepadanya. Dia bilang dia sering memikirkannya, bahwa dia selalu ada dalam pikirannya. Kami membicarakannya."
Editor : Redaksi Lombok Post