LombokPost - Ricardo Kaka, mantan playmaker AC Milan mengenang momen menyakitkan usai kalah dari Liverpool di final Liga Champions Eropa.
AC Milan harus pulang dengan kepala tertunduk usai dipaksa mengakui keunggulan Liverpool lewat drama adu pinalti.
Lebih dari itu, awalnya AC Milan unggul 3-0 hingga paro pertama usai, namun di babak kedua Liverpool mengamuk dan mampu menyamakan skor.
"Kami berada di bandara Milan, baru saja mendarat dari Istanbul setelah kalah di final melawan Liverpool," kenang Ricardo Kaka.
Dikatakannya, saat itu para pemain AC Milan bertemu beberapa fans yang mulai menghina mereka.
Fans yang ada di sana mengatakan bahwa AC Milan tidak boleh kalah dengan cara seperti itu.
Pada momen itu, kapten AC Milan Paolo Maldini berdiri, mengambil peran layaknya pemimpin sejati.
Paolo Maldini kala itu mendatangi para fans AC Milan yang marah dan bertanya siapa pemimpin mereka.
Ia mendekatinya, duduk bersamanya, dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dalam laga AC Milan vs Liverpool itu.
Baca Juga: Allegri Ball, Gaya Main Baru AC Milan yang Gacor Lawan Tim Besar
Setelah Paolo Maldini turun tangan, lalu semuanya pun selesai dan para fans AC Milan pulang.
Bagi Ricardo Kaka, itulah arti sebenarnya menjadi seorang kapten.
Saat itu Paolo Maldini tampil tenang, mengatasi situasi, dan mengambil tanggung jawab. (yuk/r6)