Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Costacurta Bongkar Rahasia Kehebatan Shevchenko si Peraih Ballon d'Or AC Milan

Prihadi Zoldic • Minggu, 7 Desember 2025 | 13:25 WIB
Andriy Shevchenko, mantan pemain AC Milan bernomor punggung 7.
Andriy Shevchenko, mantan pemain AC Milan bernomor punggung 7.

 

LombokPost - Alessandro Costacurta dalam sebuah wawancara bercerita tentang kehebatan Andriy Shevchenko, mantan striker AC Milan. 

Costacurta yang mantan bek legendaris AC Milan mengatakan, ada sebuah kisah terkenal tentang Shevchenko.

Saat pertama kali datang ke tim di bawah arahan “Kolonel” Lobanovsky, ia diketahui merokok hingga dua puluh batang sehari.

Suatu hari, Lobanovsky menegur dengan tegas: “Mulai sekarang, kamu tidak boleh merokok bahkan setengah batang pun.” Sejak itu, Shevchenko mulai berlatih dengan serius dan mencetak banyak gol.

Lobanovsky memiliki metode seleksi yang ketat, semua pemain, termasuk Shevchenko sang legenda AC Milan, diuji melalui tes reaksi, kecepatan berpikir, dan menggunakan alat-alat canggih.

Dia adalah salah satu pelatih pertama yang memakai komputer untuk evaluasi pemain, dan hanya mereka yang lulus sempurna yang diterima dalam skuad.

Dikutip dari akun FB harian sepakbola, dia juga memperkenalkan latihan ekstrem yang dikenal di Ukraina sebagai “pendakian maut”: lari berulang di tanjakan dengan kemiringan 18 persen.

Pemain yang mampu menyelesaikannya tanpa muntah bisa menjadi starter; yang gagal duduk di bangku cadangan atau tribun dan Shevchenko yang lelah menjadi striket mematikan bersama AC Milan selalu berhasil melewati latihan ini.

Legenda AC Milan Alessandro Costacurta.
Legenda AC Milan Alessandro Costacurta.

Seorang jurnalis pernah bertanya: “Bagaimana kalau Sheva gagal dalam tes ini?” Lobanovsky menjawab, “Kalau begitu, dia tidak akan menjadi Shevchenko.”

Baca Juga: Longsor, Inter Milan Kudeta Posisi Puncak AC Milan

Bagi Shevchenko, sosok Lobanovsky bukan hanya pelatih, tapi mentor dan sosok ayah kedua.

Bahkan setelah memenangkan Liga Champions 2003 dengan AC Milan, Shevchenko disebut segera kembali ke Kiev untuk meletakkan medali kemenangannya di makam sang pelatih.

"Saya juga ingat minggu pertama Shevchenko berlatih di AC Milan," imbuh Alessandro Costacurta.

Setelah sesi lari berulang selama lebih dari dua setengah jam, ketika semua menuju ruang ganti, Sheva justru bertanya dengan bahasa Italia yang terbata-bata.

“Billy, kapan latihan sebenarnya dimulai?” kenang Alessandro Costacurta akan pertanyaan Shevchenko di pusat Latihan AC Milan kala itu. 

Ternyata ia serius dan kemudian tetap berlatih dua jam tambahan sendirian, sebagaimana diwartakan Calciototale. 

Andriy Shevchenko, saat memenangkan Ballon d
Andriy Shevchenko, saat memenangkan Ballon d

Dari cerita ini kita belajar bahwa kehebatan Shevchenko bukanlah sebuah kedunia semata, itu diraih dengan dedikasi dan kerja keras tak kenal lelah. (yuk/r6) 

Editor : Prihadi Zoldic
#Shevchenko #ac milan #alessandro costacurta